by

Pertamina Hadirkan Pertashop di Pesantren

Sejak diluncurkan pada 2018, Pertamina terus mengembangkan kemitraan dengan menggandeng Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. Yang terbaru, Pertashop hadir di pesantren.

Menteri BUMN Erick Thohir didampingi Kepala Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas, Fanshurullah Asa, dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati meresmikan Pertashop di Pondok Pesantren Nurul Quran, Karang Pucung, Kabupaten Cilacap pada Minggu (11/4). Erick mengatakan, kehadiran Pertashop di Pondok Pesantren akan menggerakkan roda perekonomian dan menciptakan lapangan kerja di sekitarnya.

“Selama terjadi pandemi, ada dua isu utama yang perlu kita selesaikan bersama, yaitu pemerataan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Saya mengucapkan terima kasih kepada Dirut Pertamina didukung oleh BPH Migas yang telah menginisiasi program Pertashop di Pondok Pesantren, sehingga ekonomi ummat menjadi kuat dan pondasi kebangsaan terus berjalan,” ungkapnya.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyampaikan bahwa Pertashop merupakan satu-satunya lembaga resmi penyalur BBM skala kecil dari Pertamina, yang menjadi tindak lanjut atas MoU Pertamina dengan Kemendagri. Pihaknya berencana mengadakan satu outlet di setiap desa di 73 ribu desa di Indonesia, dengan target membangun 10.000 outlet pada 2021.

Menurut Nicke, program Pertashop juga sejalan dengan tanggung jawab Pertamina sebagai BUMN untuk menjadi roda penggerak perekonomian masyarakat khususnya di daerah.

Pertamina Luncurkan PertashopPertamina menghadirkan Pertashop di pesantren yang diyakini akan menggerakkan roda perekonomian dan menciptakan lapangan kerja di sekitarnya.

Diharapkan, para pengusaha daerah turut berpartisipasi dalam program ini sehingga Pertashop bisa hadir di setiap desa sejalan dengan Program One Village One Outlet (OVOO). Saat ini, 1.112 unit Pertashop tersebar di Indonesia, 200 di antaranya berada di Jawa Tengah.”Alhamdulillah saat ini ada kerja sama dengan pesantren untuk mendukung kemandirian ekonomi pesantren, dan ini juga akan membantu masyarakat untuk mendapatkan BBM yang ramah lingkungan dan dengan harga yang sama dengan di SPBU,” kata Nicke.

Nicke menambahkan, seluruh informasi dan pendaftaran kemitraan Pertashop dapat diketahui melalui ptm.id/MitraPertashop. Syarat utamanya memiliki dua kriteria, yakni Kriteria Administrasi Persyaratan dan Kriteria Lokasi.

Adapun kerja sama ini menawarkan tiga tipe, yakni Gold (210 m² kapasitas tangki 3 kilo liter), Platinum (300 m² kapasitas tangki 10 KL), dan Diamond (500 m² kapasitas tangki 10 KL), dengan perbedaan besaran lahan yang akan berpengaruh terhadap layanan bisnis nonfuel retail (NFR) yang dapat beroperasi, misalnya agen pulsa, toko sembako, mini market, kafe atau restoran, bengkel, dan bisnis turunan lainnya.

“Pemerataan energi menjadi tugas dan amanah pemerintah melalui Pertamina dapat tercapai lebih cepat dan tepat. Di sisi lain, kami akan menggerakkan dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat dan daerah,” ujar Nicke. (INT)

Comment