by

Pertamina Minta SPBU Lateri Dipolisikan

Ambon, BKA- PT Pertamina (Persero) meminta Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Ambon, untuk melaporkan tindakan SPBU Lateri ke pihak Kepolisian.

Hal itu penting untuk dilakukan oleh pihak Tim Satgas Covid-19, sebagai langkah antisipasi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan dari tindakan penjualan BBM jenis premium, kepada konsumen menggunakan seratus jerigen berukuran 25 liter maupun 30 liter.

Apabila BBM jenis pemium yang dijual dari SPBU Lateri tersebut, untuk industri, sudah tentu pihak SPBU telah melanggar aturan yang ditetapkan sesuai undang-undang. Dan itu sudah termasuk tindakan kriminal.

Unit Manager Communication Relation dan CSR PT Pertamina (Persero) Regional Papua Maluku, Edi Mangun, mengaku, apabila SPBU Lateri sengaja jual BBM lewat jerigen, lantaran ada mobil mogok yang begitu jauh. Tentu masih bisa ditoleransi.

Tetapi kalau tidak, tegas Edi, SPBU akan diberikan sanksi sesuai aturan perundang-undangan. “Jual BBM dari aspek saveti perlu dilihat. Sebab kalau BBM dituang ke jerigen plastik, itu mudah terbakar, ” ungkapnya, ketikan dikonfirmasi wartawan, Minggu (28/2).

Disinggung sanksi apa yang akan diberikan ke SPBU Lateri, sambung Edi, sesuai hasil penyelidikan polisi. “Kalau kami sih menunggu hasil penyidikan (Polisi). Karena mengkomersilkan barang subsidi yang sudah dibayar pemerintah, oleh negara, harganya sekian, disubsidi oleh negara kemudian dia jual untuk kepentingan lain di industri, itu sudah langgar aturan, ” sebutnya.

Tambah dia, SPBU Lateri telah melanggar aturan yang ditetapkan Pemerintah Kota Ambon, karena sudah beroperasi lewat pukul 23.00 WIT.

“Apalagi SPBU jual jam satu malam, kalau satgas ketemu silahkan saja, satgas ke polisi, kemudian telusuri,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Satgas Covid-19 Kota ketika melakukan operasi yustisi, pada Kamis (25/2) malam, mendapati SPBU Lateri diam-diam melakukan jual beli BBM diatas pukul 23.00 WIT.

Bukan hanya beroperasi hingga melebih batas waktu yang telah ditentukan Pemerintah Kota Ambon pada masa PSBB transisi, SPBU Lateri juga kepergok melakukan pengisian BBM jenis premium kedalam 100 ke rigen milik salah satu konsumen.

SPBU Lateri menjual BBM jenis premium sebanyak 100 Jerigen ke salah satu konsumen. “Sanksi kepada SPBU Lateri itu sesuai kebijakan dalam Peraturan Walikota. Dengan sanksi administrasi, itu bisa denda sampai 50 puluhan juta, ” jelas Koordinator Fasilitas Umum Satgas Covid-19 Kota Ambon, Richard Luhukay, kepada Koran ini.(IAN)

Comment