by

Pertamina Tulehu Dihukum Membayar Denda Rp.277 Juta

Ambon, BKA- PT Gielma Pratama di Pertamina Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), dihukum membayar denda kepada CV Karino sebesar Rp. 277.443.200,00.

Duit dua ratus juta lebih itu, dibayarkan kepada CV Karino akibat Pertamina melakukan wanprestrasi atau ingkar janji atas kesepakatan yang dibangun kedua belah pihak.

Hal ini dibuktikan langsung melalui putusan majelis hakim di Pengadilan Negeri Ambon yang mengabulkan gugatan penggugat CV Karino sebagian. Sementara tergugat Dirut PT Gielma Pratama Welhelmus Lawalata dinyatakan bersalah dan dibebankan membayar denda kepada penggugat yakni Dirut CV Karino, Ibu Agoha sebesar Rp. 277.443.200,00.

Kuasa hukum penggugat,CV Karino, Ferry Ch. Latupeirissa didampingi, Rey Sahetapy dan Izack Frans mengatakan, gugatan yang dilayangkan di Pengadilan Negeri (PN) Ambon melawan tergugat PT Gielma Pratama atau Pertamina di Negeri Tulehu, karena pertamina melakukan wanprestasi atau ingkar janji.

Ferry menyebut, dari perjanjian dalam kontrak, satu bulan seharusnya Pertamina atau tergugat harusnya menyetor sebanyak 30 ton kepada penggugat CV Karino. Ternyata, dalam realisasi, Pertamina tidak melaksanakan sesuai kontrak. “Terkadang, penyetoran 15 ton, 10 ton ada juga lima ton dalam sebulan. Mereka beralasan bahwa stok minyak di PT Gielma Pratama tidak memiliki kuota minyak sesuai perjanjian,” ungkap Fery usai mengambil salinan putusan di PN Ambon, Rabu (14/3).

Pengacara muda ini melanjutkan, dalam gugatan penggugat juga, CV Karino telah menyetor uang pembelian BBM ke Pertamina atau tergugat seharga 20 ton. Mirisnya, dalam pengirimannya, pertamina hanya mengirim 15 ton ada juga 10 ton tidak sesuai dengan jumlah uang yang sudah disetor ke pertamina. “Dari hal inilah, kami melakukan gugatan ke Pengadilan. Dan puji Tuhan, gugatan kami dikabulkan sebagian oleh majelis hakim,” jelasnya.

Karena tidak puas, lanjut Fery, pihak tergugat kembali mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi. Namun dalam putusan banding, majelis hakim Pengadilan Tinggi kembali menolak gugatan banding yang diajukan PT Gielma Pratama.

“Berdasarkan amar putusan perkara nomor 187/Pdt.G./2020/PN/Amb.7 September 2020, majelis hakim Pengadilan Negeri yang menyatakan, mengabulkan gugatan penggugat sebagian. Menyatakan surat perjanjian kontrak penyaluran minyak premium subsidi/non subsidi tahun 2018 antara PT Gielma Pratama dan CV Karino, serta seluruh bukti-bukti otentik lain yang diajukan penggugat adalah sah menurut hukum,” imbuhnya.

Selanjutnya, lanjut Ferry, amar putusan tersebut menyatakan penggugat dari perkara ini mengalami kerugian sebanyak Rp. 277.443.200,00.
“Dari kerugian inilah, majelis hakim menghukum PT Gielma Pratama untuk membayar Rp. 277.443.200,00, kepada CV Karino,” tandasnya.(SAD)

Comment