by

Pertumbuhan Ekonomi Buru Cukup Baik Selama Dipimpin RU

beritakotaambon.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke -22 Kabupaten Buru, di halaman Kantor Bupati Buru, Kamis (14/10).

Perayaan HUT tahun ini berlangsung meriah dengan hiburan musik, yang menampilkan sejumlah musisi asal Bumi Bupolo. Bahkan Bupati Buru, Ramly Ibrahim Umasugi, turut menyumbang lagu yang berjudul “Satu Tetes Aer Susu Mama”.

Perayaan HUT Kabupaten Buru tahun ini, merupakan tahun terakhir Ramly Ibrahim Umasugi sebagai Bupati Buru.

Selain Ramly Umasugi, turut hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buru, M. Ilias Hamid, Kajari Buru, Muhtadi, Kapolres Pulau Buru, AKBP Egia Febri Kusumawiatmaja dan Dandim 1506/Namlea, Letkol Arh Agus Guwandi serta Forkopimda Buru lainnya, para anggota DPRD Kabupaten Buru, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Buru, Ny. Sukmawati R. Umasugi, para kepala OPD Pemkab Buru, para camat, dan penjabat kepala desa serta undangan lainnya.

Dalam pidato refleksinya, Ramly menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Buru selama dua periode kepemimpinannya, cukup baik.

Baca juga: IPR Kado Ramly Umasugi untuk Masyarakat

Katanya, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Buru pada tahun 2012 sebesar 5,44 persen, naik menjadi 8.06 persen pada 2019, dan menjadi pertumbuhan ekonomi tertinggi di Provinsi Maluku saat itu. Tapi karena kondisi pandemi Covid-19, maka pertumbuhan ekonomi menjadi minus 0,2 persen Tahun 2020.

Sedangkan Laju Inflasi pada tahun 2012 sebesar 31,24 persen, dapat ditekan.

“Iya, jadi pertumbuhan ekonomi kita itu, alhamdulilah cukup baik, sampai tembus diangka 19 koma sekian persen. Tapi di tahun 2020, itu cukup terpukul karena pengaruh Covid-19, turun menjadi 16 koma sekian. Tetapi masih dalam batasan yang cukup baik,” kata Ramly.

Sementara bidang pembangunan infrastruktur, Bupati Buru dua periode ini menjelaskan, untuk jalan Nasional tahun 2012 sepenjang 251,6 km dan tahun 2021 sudah sepanjang 259 44 km dengan kondisi baik.

“Jadi ada program fisik dan non fisik. Jadi salah satu program fisik yang merupakan prioritas adalah pembangunan jalan, yang mana ada jalan ruas kabupaten yang kami bangun, kemudian ada ruas jalan provinsi yang kami perjuangkan di pemerintah provinsi dan ada juga jalan nasional,” ujar dia.

Baca juga: Hari Ini Bupati Buru Refleksikan HUT Kabupaten

“Nah, akses jalan yang paling terpanjang di Kabupaten Buru ini adalah jalan kabupaten dan kemudian jalan nasional. Jalan kabupaten itu ada jalan hotmix, ada jalan lapen, dan ada jalan rabat beton,” sambungnya.

Sedangkan jalan provinsi tahun 2012 sepanjang 3.92 km dan tahun 2021 sepanjang 77,70 km, yang belum terbangun sepanjang 47.47 km. Untuk jalan provinsi pada ruas Mako-ilath sepanjang 77,70 km. Ruas jalan ini akan diusulkan untuk dialihkan menjadi jalan nasional, karena Kecamatan Batabual merupakan kawasan strategis yang menjadi salah satu pintu keluar menuju Ambon, Kabupaten Seram Bagian Barat serta Kabupaten Maluku Tengah.

“Itu sudah kita sampai ketika mantan Bupati Buru Selatan, Tagop Sudarsono Soulissa dengan saya, waktu itu rapatnya di KSP atau Kantor Kepresidenan untuk merubah dari jalan atas ke jalan bawa (pesisir). Selain itu, untuk jalan ke Rana itu sudah 30 kilo lebih, sementara untuk jalan akses ke Batabual itu ruas provinsi,” tuturnya.

Sementara dalam pembangunan manusia, Ramly mengatakan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari tahun 2012 sebesar 63,50 point, meningkat menjadi 68,95 point pada tahun 2020. Itu memposisikan Kabupaten Buru menduduki peringkat ketiga di Provinsi Maluku.

Sedangkan tingkat kemiskinan pada tahun 2012 sebesar 19,78 persen, menurun menjadi 16,64 persen di tahun 2020. Angka ini merupakan angka terendah ketiga di Provinsi Maluku.

Baca juga: Kades Se-Kecamatan Lolong Guba Gelar Doa Bersama

Sementara tingkat pengangguran pada tahun 2012 sebesar 2,02 persen, meningkat menjadi 6,28 persen di tahun 2020. Hal ini disebabkan kondisi pandemi Covid-19.

Untuk hal tersebut bisa stabil dalam pelayanan kepada masyarakat, Pemkab Buru berupaya dalam rangka pelayanan kesehatan masyarakat, maka Pemerintah daerah meningkatkan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah dari Tipe C menjadi Tipe B dan peningkatan status Puskesmas. Yang didukung dengan Tenaga Dokter Umum 28 orang Dokter ahli 7 orang, Dokter Gigi 9 orang, Perawat 193 orang dan Bidan 90 orang.

“Iya, karena ini bersumber dari dana DAK, dari dana DAK itu setiap tahun kan kita diberikan sesuai alokasi dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan itu baru pada sekitar 70 persen, 30 persen belum,” ungkapnya.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga mengalokasikan Jamkesda sebanyak 10.316 jiwa pada Tahun 2020, ke depan akan ditambah sehingga jaminan kesehatan dapat dirasakan oleh masyarakat miskin. Selain itu, untuk memenuhi tenaga dokter, maka telah diberikan beasiswa kepada anak daerah sebanyak 21 orang untuk mengikuti pendidikan Dokter Umum pada Universitas Pattimura dan 1 orang dokter spesialis pada Universitas Diponegoro.

“Jadi harapan saya kedepan siapa pun yang akan melanjutkan kepemimpinan di Kabupaten Buru ini dapat melanjutkan program-program yang sekiranya bermanfaat dan diterima oleh masyarakat,” pungkasnya. (MSR)

Comment