by

Peserta Upacara 17 Agustus Dibatasi

Ambon, BKA- Berada dalam suasana PSBB Transisi dengan zona orange penyebaran Covid-19, Upacara 17 Agustus tahun ini akan dilakukan sesuai protokol kesehatan. Salah satunya membatasi para peserta yang hadir untuk mengikuti upacara HUT kemerdekaan tersebut.

Kepala Dinas Pemuda dan Olaraga (Kadispora) Kota Ambon, Richard Luhukay mengaku, sesuai surat edaran yang dikeluarkan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia tentang pedoman pelaksanaan Upacara 17 Agustus terhadap seluruh kabupaten/kota maupun provinsi sesuai penyebaran Covid-19.

“Upacara Istana Merdeka menggunakan protokol kesehatan, dalam artian pembatasan. Tidak seperti tahun kemarin, ada pasukan-pasukan 17 dan 45. Dan itu tidak ada lagi, jadi dibatasi peserta upacaranya. Jadi tidak semua lagi seperti tahun kemarin. Jadi hanya dihadiri sejumlah pejabat penting saja untuk mengikuti upacara,” tutur Luhukay, kepada wartawan di Balai Kota, Rabu (5/8).

Dia menjelaskan, dalam surat edaran itu, ada harapan bahwa sampai ke tingkat daerah harus melakukan hal yang sama seperti yang akan dilakukan di Istana Merdeka. Hanya saja, kata dia, sampai saat ini belum ada instruksi dari Pemerintah Provinsi Maluku, untuk proses perayaan upacara dilakukan sesuai surat tersebut.

“Pemerintah Kota dalam hal ini Dispora, yang notabennya tugas kita tentang proses ketersediaan petugas upacara dan lain-lain, dari Pemerintah Provinsi belum intruksi apakah ktia lakukan atau tidak. Tapi menurut surat itu, sifatnya terbatas. Misalnya penggerak bendera dibatasi tiga orang dan itu bergantian. Dan ada pagi dan siang. Maka itu ini sementara kita koordinasikan,” bebernya.

Menurut dia, peserta upacara 17 Agustus di tahun ini juga akan dibatasi, jika memang mengacu pada surat edaran dimaksud. Namun hingga saat ini belum ada instruksi jelas dari Pemerintah Provinsi Maluku.

Yang pasti, lanjut dia, ketika seluruhnya dilakukan akan mengedepankan protokol kesehatan. Dimana ada batasan-batasan baik dalam sisi jumlah penyelenggaran upacara maupun para undangan yang akan hadir.

“Intinya, upacara itu akan diikuti pejabat dan itu terbatas. Belum di tegaskan secara jelas, karena jangan buat hal keliru. Yang jelas protokol kesehatan dijaga, dan proses-proses yang lain masih sama. Misalnya jam sekian, harus bunyikan sirine saat bendera naik, kemudian dan lainnya,” tutup Luhukay. (BKA-1).

Comment