by

Petugas Bapas Ambon Lulusan Terbaik Pelatihan PK

beritakotaambon.com – Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Balai Pemasyarakatan (Bapas) Ambon, La Ode Rinaldi Muchlis, menjadi lulusan terbaik Pelatihan Fungsional PK Angkatan XL Metode Pembelajaran Jauh.

Pelatihan ini diselenggarakan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Fungsional dan Hak Asai Manusia (HAM), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia RI. Dimana La Ode berhasil meraih nilai 90,91, tertinggi dari 40 peserta pelatihan lainnya.

La Ode merasa senang bangga atas prestasi yang dicapainya itu. Ia tidak menyangka bisa memperoleh hasil yang sangat memuaskan dan mendapatkan peringkat I, pada pelatihan Angkatan XL se-Indonesia yang digelar sejak 26 Juli hingga 24 Agustus 2021 kemarin.

“Ada banyak pembelajaran dalam pelatihan yang bermanfaat bagi diri saya. Pengetahuan dan kompetensi kami dalam mengemban tugas, pelayanan di bidang Penelitian Kemasyarakatan (Litmas), serta pendampingan, pembimbingan, dan pengawasan terhadap klien Pemasyarakatan. Inshaa Allah, dapat lebih meningkat, yang output-nya akan berdampak pada pelayanan terbaik terhadap pengguna layanan di Bapas Ambon,” ungkap La Ode, lewat rilisnya kepada media ini, Selasa (24/6).

Peserta dari Bapas Ambon lainnya, Markus Tombang mengaku, sangat bangga bisa mengikuti pelatihan tersebut. Pasalnya, seorang PK tidak hanya stagnan atau sekadar tahu tugasnya hanya lakukan Litmas, pendampingan, atau lainnya. Tetapi harus dibekali ilmu-ilmu yang lebih memperdalam tugas dan peran PK Bapas.

“Lewat pelatihan PK ini, semoga semua ilmu yang telah kami dapatkan bisa diaplikasikan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi ke depannya sebagai seorang PK,” harap Markus.

Selama pelatihan, sambung dia, peserta telah mengikuti berbagai materi yang sudah dijadwalkan. Mulai dari dinamika kelompok hingga metode dan teknik Litmas III. Bahkan masuk dalam pelaksanaan ujian komprehensif.

“Diharapkan kedepannya PK di seluruh Indonesia dapat meningkatkan profesionalisme dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada Klien Pemasyarakatan, menuju Sumber Daya Manusia Unggul, Indonesia Maju,” harapnya.

Terpisah, Kepala Balai Pemasyarakatan (Kabapas) Ambon, Aminah Kilkoda, mengajak jajarannya untuk berkomitmen dalam meningkatkan kedisiplinan kerja masing-masing. Dirinya juga ingatkan seluruh seluruh petugas agar tidak lupa melakukan pemutakiran data melalui aplikasi My SAPK.

Baca juga: Kamar Napi Narkotika Rutan Masohi Digeledah

Selanjutnya, seluruh petugas mulai Senin sudah diwajibkan masuk kantor 100 persen dan tidak ada lagi Work from Home dan Work from Office 50 persen dari jumlah seluruh petugas.

“Posisi duduk bapak/ibu akan diatur jarak dan tetap mengutamakan protokol kesehatan. Alhamdulillah, tidak ada petugas Bapas Ambon yang terkena Covid-19,” terang Aminah.

Terkait kehadiran, orang nomor satu di Bapas Ambon ini juga meminta, agar seluruh petugas dapat menaati peraturan yang sudah ditetapkan. Seperti hadir tepat waktu dan pulang tepat waktu. Dan terkait kinerja PK, Aminah berharap, seluruh PK dapat melaksanakan tugasnya sebagai seorang pelayan masyarakat dengan baik.

“Tugas utama PK adalah melakukan pendampingan, pembimbingan, bahkan pengawasan bagi Klien Pemasyarakatan,” imbuhnya

Sementara itu, Kepala Subseksi Bimbingan Klien Dewasa, Marthina Ch. Solilit, turut menyampaikan beberapa hal terkait kinerja PK. Salah satunya pelaksanaan kegiatan bimbingan kemandirian di Balai Latihan Kerja Ambon.

Dimana kegaitan itu dilakukan untuk memberikan bekal keterampilan kepada Klien Bapas, guna meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup.

“Dibutuhkan peran aktif PK untuk serius melibatkan klien masing-masing mengikuti kegiatan pembimbingan dimaksud. Kedepannya PK bisa melakukan pemetaan kebutuhan pelatihan dan melakukan pemetaan terhadap kemungkinan pihak ketiga yang akan diajak bekerja sama,” tandas Marthina, melanjutkan pesan Kabapas.

Dirinya juga membahas pertanggungjawaban pelaksanaan Litmas, dalam hal ini setiap PK diharapkan menyelesaikan tugas tepat waktu dan memberikan pertanggungjawaban terhadap surat tugas yang dikeluarkan Kabapas, dalam bentuk laporan hasil Litmas dilengkapi dengan dokumentasi.

Selain itu, setiap pengajuan surat perintah, baik untuk kepentingan Litmas maupun pendampingan, harus disertai dengan berkas permintaan.

“Saya sangat berharap PK yang kliennya sudah habis masa pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, dan cuti menjelang bebas, wajib dibuat surat pengakhiran dalam bentuk laporan. Supaya ketika diminta, baik oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan maupun Divisi Pemasyarakatan Maluku, semua data tersedia,” tutup Marthina. (UPE)

Comment