by

PGSD Komitmen Siapkan Lulusan Siap Pakai

Ambon, BKA- Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, berkomitmen melahirkan lulusan yang berkualitas dan siap pakai.

Ketua Prodi PGSD Unpatti Ambon, John Takaria, mengungkapkan, berbagai kebijakan yang dikeluarkan, baik dari Pemerintah Pusat (Pempus) maupun Pemerintah Daerah (Pemda) saat ini, tanpa disadari telah menuntut perguruan tinggi untuk bukan saja fokus pada kualitas secara teori, tapi juga kompetensi mahasiswa yang benar-benar teruji sebelum terjun ke masyarakat.

“Salah satu program pemerintah yang sementara menjadi fokus semua PT adalah kampus merdeka atau merdeka belajar. Lewat program ini, mahasiswa bisa menawarkan mata kuliah pada jurusan maupun fakultas, bahkan kampus lain, guna meningkatkan kualitas dan kompetensinya. Misalnya, mahasiswa prodi tertentu yang memiliki 20 SKS, dia bisa tawar beberapa SKS di prodi lain atau di fakultas lain, bahkan bisa kampus yang berbeda. Tapi harus ambil mata kuliah yang sama,” paparnya.

Bukan hanya itu, lanjut Takaria, program Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk melakukan praktek selama satu semester, guna memperkuat pengenalan lingkungan tempat kerja sesuai displin ilmu.

Hal tersebut, katanya, mendorong kampus untuk meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak, dalam rangka kepentingan praktek kerja lapangan (PKL). Seperti program FKIP Mengajar.

Sebagai lembaga yang mengorbitkan guru, Takaria mengatakan, akan tetap mendukung program tersebut, agar berjalan maksimal sesuai yang diharapkan.

“Karena sekarang ini kan kita sementara menjurus ke kurikulum kampus merdeka belajar. Sehingga untuk PGSD sendiri, tentu akan terus menyesuaikan dengan kebijakan program yang baru. Misalnya, untuk FKIP mengajar tahun ini, secara resmi kita belum tahu teknisnya seperti apa. Tapi pasti mendukung. Memang kalau mengajar keluar daerah, tahun kemarin sudah kita lakukan, namanya merdeka perintis. Itu program nasional, dimana selain mengajar, mahasiswa juga didorong untuk melatih guru dari segi IT dan lainnya. Kalau sudah ada FKIP mengajar, itu berarti lebih baik. Karena ruang bagi mahasiswa semakin luas. Pada prinsipnya, mahasiswa tetap dipersiapkan untuk menyambut kebijakan-kebijakan yang akan dibuat kedepannya,” pungkas Takaria. (LAM)

Comment