by

Picu Kerumunan, Lapak Pedagang Dibongkar

Ambon, BKA- Lapak pedagang yang menjamur di dalam terminal Mardika A dan B, dianggap menimbulkan kerumunan di tengah pandemi Covid-19. Satuan Tugas (Satgas) Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kota Ambon, akhirnya menertibkan lapak pedagang sekitar, dengan cara dibongkar.

Ketua Bidang Fasilitas Kerja Satgas Covid-19 Ambon, Benny Selanno mengatakan, Tim Satgas Covid-19 yang melakukan pembongkaran lapak pedagang, merupakan rangkaian tugas dari tim Gugus Operasi Yustisi.

“Oleh karena itu sekaligus melakukan penertiban pasar dan terminal. Jadi setiap tenda-tenda yang sudah masuk dan berjualan dalam terminal di bongkar semua. Dan terminal sudah cukup baik. Kemudian setiap orang yang berjualan menggunakan badan jalan, semua ditertibkan termasuk mereka penjual pedagang pembeli yang tidak memakai masker,” tandas Selanno. kepada wartawan, Kamis (28/1).

Menurut dia, para pedagang tersebut, bisa saja meningkatkan angka pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Sebab, warga yang melintasi di kawasan tersebut, sangat tidak mengindahkan protokol kesehatan, sala satunya tidak menghindari kerumunan.

“Mereka itu selalu mengganggu, oleh karena itu orang selalu berjalan bersentuhan karena lokasi jalan sudah menjadi kecil. Nah itu yang kita hindari tidak ada jarak lagi. Tadi setelah dibongkar baru mobil bisa berjalan dan parkir dengan baik. Orang bisa berlalu lalang dengan baik,” jelas dia.
Selanno yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Ambon ini mengaku, para supir angkutan kota (angkot) sangat berterima kasih kepada pihaknya. Sebab, arus transportasi menjadi lebih baik saat masuk dan kelaur terminal.

“Terminal satu dua (A dan B), cukup banyak sebenarnya didalam terminal. Tenda-tenda yang dibangun lebih masuk tempat parkir. Kita sudah bongkar semuanya. Saya tidak bisa pastikan tapi cukup banyak. Sangat mengganggu penegakan protokol kesehatan. Nah ketika dibongkar, baru orang merasa leluasa. Sopir angkot pun berterima kasih,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, selain menertibkan lapak pedagang, pihaknya dalam hal ini, Satgas Covid-19 Kota Ambon juga melakukan operasi yustisi dalam bentuk sosialisasi dan penegakkan sanksi.

“Sudah sering kita melakukan penertiban di pasar Mardika. Tapi setelah kita pulang mereka kembali seperti biasa. Tetapi tadi itu luar biasa ketika kami sampaikan pesan-pesan pemerintah, contoh tentang pulau Jawa. Sampai kita informasikan tentang jumlah yang sudah terpapar sampai meninggal. Lalu mereka menjadi sadar. Apalagi langsung dengan tindakan rapid di tempat,” ungkapnya.
Ditambahkan, dalam waktu seminggu, pihaknya akan menghabiskan waktu untuk menjalankan operasi Yustisi di kawasan pasar Mardika. “Mereka (pedagang) itu selalu mengganggu. Oleh karena itu, orang selalu berjalan bersentuhan, karena lokasi jalan sudah menjadi kecil. Nah itu yang kita hindari tidak ada jarak lagi. Tadi setelah dibongkar baru mobil bisa berjalan dan parkir dengan baik. Orang bisa berlalu lalang dengan baik,” tutup Selanno. (IAN)

Comment