by

Pierre-Emerick Aubameyang Melempem, Haruskah Arsenal Ganti Kapten Lagi?

Menjabat sebagai kapten tim, performa Pierre-Emerick Aubameyang justru menurun musim ini. Haruskan Arsenal mencopot ban kaptennya demi mengurangi tekanan?

Sejak didatangkan dari Borussia Dortmund pada Januari 2018, Pierre-Emerick Aubameyang memang jadi sosok tak tergantikan di lini depan klub Liga Inggris, Arsenal.

Peran penting Pierre-Emerick Aubameyang makin terlihat ketika Mikel Arteta mengangkatnya menjadi kapten sejak November 2019, menggantikan Granit Xhaka yang terlibat perselisihan dengan suporter.

Aubameyang pun sukses memimpin rekan-rekan setimnya meraih trofi Piala FA pada musim lalu. Ia bahkan berperan penting di partai puncak dengan mencetak 2 gol untuk membantu Arsenal mengalahkan Chelsea 2-1 di final.

Ketajaman dan peran penting Aubameyang sebagai pemimpin membuat Arsenal berusaha keras mempertahankan sang kapten yang diincar Barcelona musim panas lalu. The Gunners pun akhirnya bersuka cita saat bintang Gabon itu memperpanjang masa tinggal hingga Juni 2023 nanti.

Kontrak baru dan status sebagai kapten membuat Pierre-Emerick Aubameyang diharapkan menjadi andalan musim ini. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Pemain 31 tahun itu tampil mandul dan baru mencetak 6 gol dari 19 pertandingan musim ini.

Di Liga Inggris sendiri, Aubameyang baru mencetak 3 gol dari 16 pertandingan, dan sudah tidak mencetak gol dari permainan terbuka sejak membobol gawang Fulham di pekan pertama.

Buruknya produktivitas gol sang kapten memengaruhi performa Arsenal. The Gunners baru mencetak 20 gol di Liga Inggris musim ini dan terdampar di peringkat 11 klasemen.

Belakangan, Aubameyang mengaku kesulitan memimpin timnya saat ia sendiri bermain buruk. “Sangat sulit memainkan dua peran sekaligus (sebagai individu dan kapten), tapi Anda harus bersikap sepositif mungkin karena tim membutuhkan Anda,” katanya seperti dilansir Metro.

“Saya selalu memberikan yang terbaik, tidak hanya di atas lapangan tapi juga di ruang ganti, demi rekan-rekan saya. Terkadang sulit dan Anda tidak dalam suasana hati yang tepat, tapi Anda harus mencari cara mengubahnya dan memberikan pengaruh positif kepada yang lain.”

Lepas Ban Kapten Demi Kembalikan Ketajaman

Terpuruk di papan tengah Liga Inggris, Arsenal jelas membutuhkan ketajaman Pierre-Emerick Aubameyang demi kembali ke papan atas. Salah satu cara yang dapat ditempuh Mikel Arteta adalah melepaskan ban kapten dari lengan sang penyerang demi mengurangi beban.

Jika dibandingkan, Aubameyang memang tampil lebih tajam ketika belum ditunjuk menjadi kapten. Di musim 2017/2018, ia mencetak 10 gol dari 14 laga dalam tempo setengah musim sejak diboyong dari Dortmund. Musim berikutnya, ia mencetak 31 gol dari 51 pertandingan.

Angka itu sedikit menurun menjadi 29 gol dari 44 laga di musim lalu, ketika ia diangkat menjadi kapten di tengah musim. Kini, di paruh pertama musim ini, ia baru mencetak 6 gol dari 19 pertandingan.

Mencopot ban kapten akan membuat Aubameyang tampil lebih lepas dan tanpa tekanan berlebih. Dengan demikian, ia pun diharapkan bisa kembali menemukan performa terbaiknya.

Apalagi, di skuat The Gunners ada beberapa nama yang dinilai sebagai kandidat potensial untuk menjadi kapten, salah satunya Kieran Tierney. Bek asal Skotlandia itu bahkan mendapat rekomendasi dari legenda klub, Paul Merson.

Tierney sendiri memang tampil baik musim ini. Performanya terbilang konsisten meski ia kerap diturunkan di dua posisi berbeda, yakni bek tengah dan bek kiri. Kontribusinya pun terbilang baik dengan catatan 1 gol dan 3 assist dari 22 pertandingan.

Di tengah buruknya produktivitas Arsenal musim ini, Mikel Arteta perlu menjajal setiap cara demi mengembalikan ketajaman Aubameyang.

Mencopot ban kapten bisa menjadi solusi untuk mengurangi beban sang penyerang. Apalagi, Arteta punya kandidat untuk mengisi peran itu dalam diri Kieran Tierney.

Bukan tidak mungkin, pemberian tanggung jawab besar itu justru akan mendorong Kieran Tierney untuk tampil lebih baik lagi, sehingga Arsenal mendapatkan performa terbaik dari Aubameyang dan Tierney, yang pada akhirnya akan mendongkrak performa tim.

(INT)

Comment