by

Pilkades Serentak Ditunda Hingga Oktober

AMBON-BKA, Sesuai edaran Mentri Dalam Negeri (Mendagri) yang diterima Pemerintah Kota Ambon 9 Agustus lalu, Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak kembali ditunda hingga Oktober 2021 mendatang.

Selain Pilkades, surat Mendagri juga menjelaskan terkait penundaan Pergantian Antar Waktu (PAW) Kepala Desa hingga Oktober mendatang.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Kota Ambon, Ema Waliulu mengaku, surat Mendagri bertujuan untuk mencegah atau menekan tingkat penularan pandemi Covid-19 yang masih merebak.

Baca juga: BPBD : Ambon Masih Dalam Musim Penghujan

“Penundaan tersebut adalah proses kampanye atau sosialisasi terkait Pilkades serentak yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Tetapi untuk tahapan lainnya tetap berjalan,” tutur Ema, kepada wartawan, Rabu (11/8).

Mantan Camat Sirimau ini memastikan, Pilkades serentak bagi tujuh desa/negeri di kota Ambon tetap dilaksanakan tahun ini, sebelum masa jabatan Walikota dan Wakil Walikota Ambon berakhir pada Mei 2022.

“Ketika regulasi siap, maka tahapan selanjutnya adalah pembentukan panitia pemilihan tingkat kota, dan sosialisasi, serta panitia pemilihan tingkat desa dan negeri,” sambungnya.

Dijelaskan, tahapan Pilkades serentak di kota bertajuk Manise ini telah masuk dalam penyiapan regulasi. Yakni untuk rancangan Peraturan Walikota (Perwali).

“Untuk Pilkades serentak tahapannya sekarang adalah penyiapan regulasi. Dimana untuk rancangan peraturan walikota itu sudah siap dan sampai sekarang masih dievaluasi oleh bagian hukum,” bebernya.

Jelas Ema, Perwali itu akan disesuaikan dengan Peraturan Mendagri (Permendagri) nomor 72 tahun 2020, yang merupakan perubahan kedua terhadap Permendagri nomor 112 tahun 2014 tentang Pilakdes, sekaligus Peraturan Daerah tentang Pilkades Serentak.

Baca juga: Hunuth Prioritaskan Pelayanan Masyarakat

Untuk diketahui, tujuh desa yang melaksanakan Pilkades serentak diantaranya Desa Galala, Desa Latta, Desa Wayame, Desa Poka, Desa Hunuth, Desa Nania, Desa Waiheru serta Negeri Hative Kecil. (IAN)

Comment