by

PJJ di SMASKRIS Terus Dievaluasi

Ambon, BKA- SMA Swasta Kristen (SMASKRIS) Ambon terus melakukan evaluasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang mereka lakukan.

Proses evaluasi PJJ untuk awal semester genap, yakni, selama bulan Januari dilakukan di aula SMASKRIS Ambon, Sabtu (23/1), dipimpin Kepala SMASKRIS Ambon, E. Laturiuw.

Pada kesempatan itu, Laturiuw mengatakan, kualitas PJJ sangat tergantung pada seberapa besar kesiapan guru dalam menyiapkan hingga penyampaian materi secara Daring.

Dengan demikian, dia berharap, guru tidak menyerah, apalagi jenuh dengan proses belajar tersebut. Jika guru merasa jenuh, akan memberikan dampak besar bagi perkembangan belajar siswa.


“Pada tanggal 23 Januari kemarin, kita sudah lakukan pertemuan untuk evaluasi PJJ yang dilakukan sekolah secara physical meeting, dengan memperhatikan protokol kesehatan. Dalam pertemuan itu, saya memberikan motivasi bagi para guru agar tetap semangat melakukan PJJ. Karena saya percaya, dengan motivasi dan kerja keras pada semester ini, ada perubahan dalam proses PJJ yang dilakukan. Dan bisa kita buktikan itu kalau benar-benar kita serius jalankan tugas dengan baik. Kan Sebelumnya, kita sudah melakukan penguatan kapasitas bagi guru, sehingga saya pastikan semua bisa, bahkan lebih lagi. Tinggal bagaimana kita berikan dorongan dan motivasi, agar tetap semangat,” ucap Laturiuw, Minggu, (24/1)

Untuk memudahkan proses PJJ, terangnya, berbagai upaya telah dilakukan. Diantaranya, menyiapkan sejumlah aplikasi belajar, juga penilaian kepada guru, siswa maupun orangtua. Dengan harapan, itu dimaanfatkan secara baik demi peningkatan kualitas pendidikan pada sekolah milik Yayasan Pendidikan Kristen Protestan Maluku (YPKPM).

“Dengan berbagai aplikasi yang sudah disiapkan, misalnya, penilaian sikap antar siswa, penilaian orang tua, itu akan kita buat dalam bentuk laporan yang nantinya tim buat linknya, gar bisa bebas kertas. Semua itu dilakukan untuk memudahkan kita selama PJJ. Dengan upaya dan semangat kerja keras, kita doakan, semoga ilmu yang diberikan dapat diimplementasikan dengan baik,” harap Laturiuw. (LAM)

Comment