by

PJJ Jangan Batasi Pendidikan dan Pembinaan

Ambon, BKA- Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang tengah diterapkan saat ini, diharapkan jangan sampai membatasi guru untuk meberikan pendidikan dan pembinaan karakter bagi siswa.

Hal itu penting untuk diingatkan kepada guru, agar karakter siswa di masa pandemi Covid-19 ini terus terjaga. Jangan sampai siswa menjadi tidak terkontrol.

Kepala SD Negeri 86 Ambon, B. Berhnad, PJJ yang sementara dilakukan, baik secara Daring maupun Luring ini berpeluang merusak karakter dan moral siswa, jika tidak dicegah oleh guru maupun orangtua.

Untuk itu, peran pihak sekolah di kondisi saat ini tidak hanya memberikan kepastian bagi anak-anak agar tetap mengikuti proses pembelajaran. Tapi juga harus memastikan, guru terus melakukan pembinaan karakter bagi mereka.

Entah itu dilakukan guru saat belajar Daring atau Luring. Yang terpenting, menurutnya, tidak memutuskan proses pendidikan dan pembinaan karakter bagi anak.

“Sekalipun proses pembelajaran dilakukan secara jarak jauh, namun karakter anak harus tetap bertumbuh dengan baik. Malah diharapkan, semakin meningkat lagi. Untuk harapan itu, maka kita terus berupaya gar PJJ yang dilakukan ini tidak menjadi penghalang dalam melakukan pembinaan karakter anak-anak. Sebab dengan menggunakan smartphone secara bebas, bisa saja dapat membawa dampak buruk terhadap mereka. Maksudnya adalah, PJJ ini mau sampai kapan pun, kita harus pastikan anak-anak tetap punya moral, karakter yang baik tetap terjaga. Itu harapan kita yang paling penting. Karena kita tidak bisa paksakan mereka belajar sesuai tuntutan kurikulum. Tapi, dengan berbagai macam pengaruh perkembangan teknologi, kita sudah harus maksimalkan pembinaan agar mereka tidak terjerumus ke hal-hal yang tidak baik,” ucap Bernhad, Selasa (3/10).

Menurutnya, pendidikan yang disuguhkan saat ini harus dibaringi dengan pembinaan karakter. Karena itu yang sangat diperlukan sebagai bentuk antisipasi pengaruh negatif terhadap anak.

Untuk itu, dirinya berharap, agar pembinaan karakter ini juga jadi perhatian orangtua. Sebab pembinaan dan pendidikan bukan saja menjadi tanggungjawab guru, tapi juga orangtua.

“Kalau peran kita ini dijalankan denngan baik, saya kira pembinaan karakter akan berhasil. Khusus di tengah pandemi ini, anak-anak yang menjadi tujuan utama. Bukan berarti kita tidak terlalu fokus dengan ilmu pendidikan yang lain, tapi disituasi begini, pendampingan dan nasihat serta penguatan mental itu penting untuk diberikan kepada siswa. Agar mereka tetap memilki karakter dan moral yang baik,” tutupnya.(LAM)

Comment