by

PJJ Masih Berlanjut

Ambon, BKA- Keinginan pihak sekolah untuk kembali melakukan aktivitas belajar mengajar secara tatap muka pada awal 2021, tidak kesampaian setelah Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, mempertimbangkan kembali rencana tersebut.

Hal tersebut mengakibatkan, pihak sekolah kembali harus melakukan proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada semester genap tahun pelajaran 2020/2021.

Kepala SD Negeri 2 Latuhalat, C. Tlingkery, mengungkapkan, sebelumnya, Walikota Ambon sudah berniat untuk melaksanakan proses belajar mengajar secara tatap muka di sekolah pada awal 2021.

Namun hal itu diurungkan, karena pertimbangan adanya penyebaran virus corona jenis baru, yang mulai menyebar pada sejumlah povinsi di Indonesia.

“Memang awalnya, bapak walikota berkeinginan belajar tatap muka tahun ini. Tapi karena sudah ada covid model baru yang nantinya membuat anak-anak terancam, jadi dipertemuan kemarin dengan pak walikotta, niat beliau soal belajar tatap muka sudah diurungkan lagi. Buktinya, sudah mau masuk libur, ini belum ada komando untuk belajar tatap muka. Dikarenakan, covid model baru katanya sudah ada di beberapa provinsi. Akibatnya, mau tidak mau, kita harus tetap belajar Daring dan Luring lagi seperti tahun kemarin,” ucap Tlingkery, Minggu (3/1).

Dia mengungkapkan, dengan pengalaman PJJ yang membuat siswa tidak belajar maksimal, pihaknya berkeinginan untuk belajar tatap muka di tahun ini. Namun mengingat kesehatan dan keselamatan siswa maupun belum adanya ijin pemerintah, terpaksa proses belajar mengajar pada sekolah yang dipimpinnya itu kembali dilakukan secara Luring. Yakni, melakukan kujungan belajar rumah.

“Pada akhirnya kita tetap belajar seperti kemarin, yaitu, kunjungan rumah. Memang kita ingin supaya bisa tatap muka bersama anak-anak, tapi situasi seperti ini kan tidak bisa dipaksakan. Pemerintah saja tidak bisa ambil keputusan, apalagi kita di sekolah. Pokonya, demi kesehatan dan keselamatan anak-anak, kita lakukan belajar Luring saja,” ujar Tlingkery.

Dirinya berharap, situasi dan kondisi ini cepat berakhir, agar proses belajar mengajar bisa kembali berjalan normal. “Kita berdoa saja. Semoga dalam waktu mendatang, kita sudah bisa belajar tatap muka,” harapnya. (LAM)

Comment