by

PJJ Terkendala, Sekolah Akan Lakukan KBM Tatap Muka

Ambon, BKA- SMA Kristen Passo berencana melakukan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di sekolah, karena semua proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dilakukan, baik secara Daring maupun Luring, mengalami kendala.

Kepala SMA Kristen Passo, Adriana Tatipata, mengatakan, rencana KBM tatap muka itu hanya akan dilakukan bila mendapat persetujuan dari orangtua siswa.


“Hari Kamis (besok), kita akan rapat dengan orangtua murid untuk membicarakan rencana ini. Kalau mereka setuju, maka hari Senin depan, kita sudah bisa mengajar tatap muka secara bergilir di sekolah. Karena kebanyakan guru yang melakukan kunjungan belajar di rumah, banyak menemui kendala. Pertama, saat guru datang ke rumah, biasanya itu anak belum bangun. Padahal kita sudah telepon dari malam untuk kasih ingat. Kedua, ketika kita sampai di rumah, orangtua sudah menyuruh anaknya untuk bekerja. Ini yang menghambat guru punya pekerjaan. Kan guru datang jauh-jauh hanya untuk belajar, tapi kenyataannya tidak berjalan baik. Belum lagi, ada guru yang juga dari sekolah lain yang mengajar di kita, sehingga tidak mungkin setiap hari dia ke rumah untuk mengajar. Makanya kita rapat dulu sama orang tua. Jika orangtua setuju, maka kita jalan. Dengan persyaratan, orangtua juga harus awasi anaknya,” terang Tatipata, Selasa (22/9).

Proses KBM yang direncanakan, katanya, hanya dilangsungkan bagi siswa yang tidak memiliki fasilitas belajar Daring di rumah. Sehingga teknisnya, akan dilakukan secara bergilir per Mata Pelajaran (Mapel). Sedangkan untuk siswa yang memiliki fasilitas belajar Daring, akan tetap belajar secara online.

“Kita rencana KBM tatap muka untuk Mapel tertentu saja, karena siswa perkelas itu tidak sampai 20. Ada sekitar 10 orang saja, dan juga ini berlaku bergilir. Jadi yang punya media Daring, itu kita bisa kasih pulsa data untuk belajar di rumah lewat aplikasi. Yang tidak ada fasilitas, ini yang dia harus datang ke sekolah untuk belajar Mapel tertentu, yakni, Bahasa Jerman, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, dan ekonomi. Mapel itu yang memang penting, sehingga perlu belajar tatap muka. Kalau di rumah hanya beberapa menit. Itu pun tidak efektif,” ungkapnya.

Menurutnya, siswa yang ada di SMA Kristen Passo berasal dari latar belakang ekonomi yang berbeda. Sehingga pihak sekolah tidak bisa memaksakan semua siswa untuk dapat belajar secaraDaring. Sehingga kebijakan KBM tatap muka penting untuk dilakukan.

KBM Tatap muka selain untuk menjawab kebutuhan pemenuhan waktu belajar siswa, katanya, juga dilakukan untuk tetap menjaga mutu pendidikan dan kualitas lulusan.

“Satu-satunya solusi untuk menjawab kebutuhan itu adalah dengan melakukan belajar tatap muka. Itu pun belajarnya secara bergilir. Jadi, kalau jam mata pelajaran Matematikan, maka guru Matematika dan kelas yang belajar yang datang ke sekolah. Untuk prosesnya, nanti pasti kita gunakan protokoler kesehatan. Ini demi masa depan anak-anak. Jadi apapun itu, akan kita lakukan. Yang terpenting orangtua juga bisa mendukung kita,” harap Tatipata. (LAM)

Comment