by

PJJ Tidak Bisa Dihentikan

Ambon, BKA- Selama belum ada kebijakan belajar tatap muka yang dikeluarkan oleh pemerintah, maka Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akan tetap dilakukan oleh pihak sekolah.

Kepala SD negeri 15 Ambon, Marcus Mailoa, mengungkapkan, walau siswa sudah jenuh dengan kondisi belajar secara jarak jauh. Namun sekolah tidak bisa berbuat apa-apa.

Sekolah, katanya, hanya bisa berupaya agar proses pembelajaran tetap berjalan, sesuai pola pembelajaran yang ditentukan pemerintah di kondisi saat ini.

“Itu sudah menjadi komitmen sekolah. Bahwa apapun kondisinya, sepanjang masih ada kesempatan untuk belajar, kita tetap melakukan pembelajaran. Dengan tetap gunakan protokol kesehatah,” kata Mailoa, Jumat (27/11).

Diakuinya, pandemi Covid-19 memang memperngaruhi semua lini kehidupan, termasuk sektor pendidikan. Sehingga siswa tidak bisa belajar dengan baik.

Namun hal itu, katanya, bukan menjadi pengahalang untuk mendidik dan membina generasi penerus bangsa. “Sepanjang kita punya komitmen dan semangat yang tinggi disertai dengan dukungan dari orangtua, saya yakin pandemi ini tidak memberikan pengaruh buruk bagi anak-anak. Memang tidak bisa dipungkiri, kalau proses belajar saat ini tidak sama dengan waktu normal. Namun saya kira masih ada banyak cara yang bisa kita gunakan untuk mendidik dan membina anak-anak,” terang Mailoa.

Untuk itu, lanjut dia, komitmen yang dibangun oleh guru pada sekolah tersebut, akan selalu dijaga. Demi masa depan anak-anak didik di kemudian hari.

Yang terpenting, katanya, tetap mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari penyebaran virus corona.
“Kita berdosa, kalau anak-anak tidak belajar. Padahal kita terus terima gaji, meskipun pandemi. Karen itu, sekalipun tidak berjalan maksimal, kita upaya untuk mereka belajar. Soal jenuh, bagi saya, itu wajar saja. Kita berdoa, kita tetap diberikan kesehatan guna menjalani semua tugas dan tanggungjawab kita, hingga pandemi ini selesai,” harap Mailoa. (LAM)

Comment