by

Pjs Bupati Aru Pesan ASN Jaga Netralitas Saat Pilkada

Ambon, BKA- Pjs Bupati Kepulauan Aru, Rosida Soamole, tiba di bumi Jargaria/Sarkwarisa menggunakan penerbangan komersil Wings Air, Selasa (29/9).

Pjs Bupati Kepulauan Aru itu didampingi suami, dijemput Porkopimnda dan tetua adat daerah setempat. Kemudian diarak menuju pendopo.

Soamole mengungkapkan, setelah dirinya dikukuhkan Gubernur Maluku, Murad Ismail, pada 26 September 2020, pekan kemarin, dia akan memprioritaskan beberapa agenda penting jelang pilkada 9 Desember 2020 mendatang. Yakni, menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) serta menjaga agar tidak terjadi penyalagunaan fasilitas daerah saat pilkada.

“Setelah dikukuhkan sebagai Pjs bupati oleh pak gubernur kemarin, saya akan prioritaskan beberapa agenda penting, yakni, netralis ASN sekaligus memantau penyalagunaan fasilitas daerah saat Pilkada nanti,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, kendati hanya menjalankan roda pemerintahan selama tiga bulan, namun dirinya dirinya berkomitmen menjalankannya dengan baik.

“Ya, walaupun tiga bulan saya jalankan roda pemerintahan di Aru, tapi saya akan menjalankannya dengan baik. Saya juga akan berkoordinasi dengan DPRD di sini (Aru) untuk secepatnya membahas APBD-Perubahan dan APBD tahun 2021. Jadi cukup padat agenda yang nanti saya jalankan,” ungkapnya.

Disinggung terkait netralitas ASN maupun kepala desa dalam pilkada nanti, katanya, kalau kedapatan tidak netral, maka akan ada konsukuensi, sesuai mekanisme Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur tentang fungsi dan kewenangan ASN.

“Saya akan tegas soal ini. Jadi kalau ada yang kedapatan, maka konsekuensinya kita tindak sesuai PP yang melarang ASN,” terangnya.

Untuk itu, dia berharap, ASN tingkat kabupaten, kecamatan hingga pemerintah desa, harus taat dan patuh kepada PP yang mengatur netralitas ASN tersebut, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan.

“Harapan saya, seluruh ASN baik tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa, harus netral. Taat pada aturan. Tidak ada pro-pro itu. Pilih pemimpin sesuai hati nurani masing-masing. Jangan buat gaduh dalam proses pemilihan kepala daerah mendatang ya. Sebab kalau gaduh, ya taulah akibatnya,” pungkasnya.
(WAL)

 

Comment