by

PKB Maluku Serentak Tanam Mangrove

Ambon, BKA- Komitmen terhadap program penghijauan (Green Party), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melaksanakan penanaman ribuan mangrove secara serentak di 11 kabupaten/kota di Maluku. Ini sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan, sesuai arahan Ketum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar.

Ketua DPW PKB Maluku, Basri Damis mengatakan, untuk penamaman mangrove yang dilakukan DPW PKB Maluku dan DPC PKB di 11 kabupaten/kota sebanyak 2.500 anakan mangrove di berbagai titik.
“Ini wujud komitmen PKB sebagai green party, yaitu peduli dan turut serta melindungi lingkungan hidup. PKB tak mau hanya dianggap jualan isu lingkungan dengan menyebut diri sebagai Green Party saja. Karena itu, PKB menegaskan komitmennya sebagai partai yang peduli lingkungan. Maka hari ini serentak bersama DPC PKB se-Maluku, kita telah menanam 2.500 anakan pohon magrove,” ungkap Basri kepada awak media, Jumat (26/3).

Diakuinya, kegiatan nasional ini, turut melibatkan pemerintah kota/kabupaten setempat. Sebagai simbol dari perjuangan PKB kedepan, yaitu komitmen PKB sebagai Green Party yang di deklarasikan Tahun 2006 silam. Sehingga pelestarian lingkungan, juga merupakan tanggung jawab PKB.
“Sebagaiman kita ketahui mangrove ini punya banyak manfaat yang sangat vital bagi kehidupan manusia. Satu pohon magrove sekurangnya memiliki tiga manfaat vital dalam kehidupan manusia,” terangnya, seraya menjelaskan tiga manfaat mangrove, yaitu sebagai paru-paru dunia yakni hutan pantai membantu memerangi pemanasan global dengan menghilangkan karbon dioksida dari atmosfer.

Selain itu, mangrove dan hutan bakau juga mampu melestarikan habitat flora dan fauna. Berbagai macam satwa liar hidup atau berkembang biak di ekosistem bakau, termasuk banyak spesies ikan, kepiting dan udang, moluska, dan mamalia seperti penyu. Serta dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan ekonomi bagi warga.
“Dengan demikian sebuah langkah kecil PKB Maluku ini adalah sebuah investasi masa depan yang akan dinikmati 10 hingga 15 tahun mendatang. Dimana Kawasan yang hari ini kita tanami, akan berubah menjadi hutan-hutan bakau yang menjadi kawasan yang dapat bermanfaat secara ekologis dan ekonomis bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Tempat terpisah, DPC PKB Aru turut menggandeng pemerintah kabupaten setempat, untuk melakukan penanaman mangrove serta bersih-bersih pantai, di pesisir pantai Wisata KM 12, Dusun Belakang Wamar, Desa Durjela, Kecamatan Pulau Pulau Aru.
Ketua DPC PKB Kabupaten Kepulauan Aru, Paulus Agudjir menjelaskan, aksi bersih-bersih pantai dari sampah plastik dan dilanjutkan dengan penanaman mangrove kemarin, merupakan program green party PKB serentak di 11 kabupaten/kota se-Maluku.
Menurut Agudjir, wilayah Kabupaten Kepulauan Aru saat ini, hutan lindung di wilayah pesisir yang ditumbuhi mangrove sebelumnya telah rusak, akibat perbuatan segelintir oknum yang tak bertanggung jawab. Alhasil, terjadi abrasi besar-besaran di pesisir pantai. Bahkan sampah-sampah plastik juga membawa dampak buruk punahnya biota laut, berupa terumbuh karang dan biota laut lainnya.

“Ya, kita ketahui bersama bahwa wilayah Kabupaten Kepulauan Aru saat ini yang kita temukan, banyak pohon mangrove yang di tebang masyarakat. Kita sangat prihatin karena abrasi pantai di kota Dobo ini tak bisa dibendung lagi,” terangnya.
Dia berharap, dengan adanya kegiatan PKB di bumi Jargaria/Sarkwarisa itu, hutan lindung mangrove dan kebersihan pesisir pantai di kota Dobo dapat diselamatkan.
“Saya harap giat ini dapat bermanfaat dan menyelamatkan wilyah pesisir di Kepulauan Aru, khususnya kota Dobo tercinta,” imbuhnya.

Sekda Kepulauan Aru, Mohammad Djumpa, dalam sambutannya menegaskan, atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengurus PKB dari pusat, provinsi, hingga daerah, khususnya di Kepulauan Aru. Karena mempunyai kepudulian besar untuk melihat permasalahan-permasalahn yang terjadi di daerah ini. Karena kegiatan peduli terhadap lingkungan seperti ini, sangat lagka dilaksanakan. Padahal peran dan fungsi mangrove sangat penting untuk dilindungi, guna mencegah abrasi.
“Harapan kami pemerintah, melalui kegiatan ini (green party) dapat pula memberikan pemahaman kepada generasi penerus, akan pentingnya upaya pengendalian lingkungan. Khususnya, mangrove demi keseimbangan alam di Kepuluauan Aru yang kita cintai ini,” tutup Sekda.

Lain tempat, DPC PKB Kabupaten MBD, juga menggerakkan penghijauan lewat penanaman mangrove. Gerakan penghijauan yang ditandai dengan penanaman pohon dan pembersihan sampah plakstik, dilakukan dengan menggangdeng Forkopimda MBD.
Karteker DPC PKB MBD, Jeremias Sery menjelaskan, gerakan penghijauan tersbut merupakan program PKB secara nasional, sebagai wujud nyata dari Green Party. Dimana isu kelestarian lingkungan terus menjadi perhatian besar di tengah menurunnya tingkat kepedulian masyarakat.
Sehingga tak hanya kelompok dan organsiasi yang patut peduli terhadap isu tersebut. Namun partai politik pun wajib ikut dalam gerakan pelestarian lingkungan.
Karena itu, lanjutnya, perlu untuk melakukan penanaman pohon mangrove sebagai salah satu benteng pengamanan dari ancaman tersebut. Dan tanaman mangrove juga mempunyai sejuta manfaat baik secara ekologi, ekonomi, manfaat secara fisik, serta secara biologi sangat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat pesisir pantai.

Namun di Kota Tiakur Kabupaten MBD, sambung dia, belum dapat dilakukan penanaman mangrove karena bibit dari mangrove tersebut belum terpenuhi. Sehingga DPC PKB berinisiatif untuk menanam pohon jenis Salix Babylonica yang juga adalah pohon pelindung dan sering digunakan sebagai tanaman pemecah angin pada rumah tinggal di tepi pantai.

Ditambahkan, jumlah pohon yang ditanam sebanyak 50 anakan dan akan menjadi program rutin DPC PKB MBD, yang akan dilakukan pada seluruh kecamatan di Kabupaten MBD. Sehingga diharapkan, dengan dicanangkannya gerakan penghijauan dimaksud, maka PKB bersama masyarakat akan lebih menyadari pentingnya menjaga lingkungan.
Hal serupa juga dilakukan DPC PKB SBT jelang Musyawarawh Cabang (Muscab) PKB. Yakni penanaman mangrove sebanyak 200 anakan pohon dan bersih-bersih pantai. Penanaman mangrove itu dipusatkan di kawasan Pantai Lumba-Lumba, Desa Bula, Kecamatan Bula, SBT.

Ketua Panitian Muscab DPC PKB SBT, Nuzul Rumain mengatakan, kegiatan tersebut merupakan intruksi langsung dari DPP PKB kepada 11 Kabupaten/Kota di Maluku, untuk melakukan pembersihan pantai dan penanaman mangrove.

“Kami PKB SBT bersepakat membersihkan sampah plastik di pantai kawasan pasar. Serta menanam mangrove di pantai Lumba-Lumba Desa Sesar,” sebutnya.
Menurut Rumain, dari banyak sampah plastik di SBT yang ada, PKB SBT mengharapkan agar pemerintah kabupaten dan DPRD setempat, membuat satu regulasi sebagai payung hukum lewat peraturan daerah (Perda), guna mengatur tentang jam pengelolaan sampah di SBT.

“PKB dalam kegiatan ini mengharapkan ada perhatian serius dari Pemda dan DPRD, agar bisa mengeluarkan satu Perda khusus tentang sampah,” desaknya.
Camat Bula SBT, Hadi Rumbalifar yang turut terlibat dalam program green party itu menambahkan, dirinya dan seluruh staf kantor mengharapkan hal serupa. Sebab menurut Hadi, dengan adanya Perda tentang Pengelolaan Sampah, maka SBT akan bisa jauh lebig bersih. “Coba kalau ada perda yang mengatur soal ini, pasti kawasan pantai tidak kotor seperti yang ada,” terang Camat.

Rumain juga berharap, Pemkab dan DPRD SBT bisa bersama-sama melihat kondisi Kota Bula yang penuh dengan bau sampah. Hal ini karena tidak ada auturan yang mengatur, sehingga masyarakat ikut menumpuk sampah semaunya. “Harus ada perda yang mengatur, kalau tidak nanti SBT dari tahun ke tahun akan begini saja,” pesannya. (RHM/GEM/WAL/SOF)

Comment