by

PLN Dituding Ingkar Janji

Ambon, BKA- Lagi-lagi, masyarakat Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menuding PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Maluku dan Maluku Utara (M2U) ingkar janji dalam merealisasi kelistrikan pada berapa titik di daerah SBT.

Bahkan lewat pertemuan sekelompok pemuda sebelumnya dengan Manager Bidang Komunikasi PT PLN UIW M2U, Ramli Malawat juga pernah berjanji, bahwa pihaknya akan segera merealisasikan janji tersebut dalam waktu dekat.

Tak hanya itu, dalam rapat dengan Komisi II DPRD Maluku sebelumnya, hal yang sama juga disampaikan General Manager (GM) PLN UIW M2U yang saat itu dijabat, Romatika Dwi Juni Putra. Bahwa pihaknya akan segera merealisasi kelistrikan di SBT untuk menindaklanjuti program Presiden RI, Joko Widodo untuk membangun pembangkit listrik mencapai 35.000 Megawatt (MW).

Sayangnya, hingga kini wilayah dari tujuh titik itu, belum satupun yang teraliri listrik PLN, sehingga PLN Maluku dinilai gagal dalam mewujudkan kelistrikan di Maluku, khususnya di Kabupaten SBT.

Anggota DPRD Maluku Dapil SBT, Alimudin Kolatlena mengaku, sangat kecewa terhadap kinerja PLN yang sampai saat ini belum merealisasikan janjinya untuk memfasilitasi listrik bagi beberapa wilayah di SBT.
Menurutnya, dari 15 kecamatan ada kurang lebih tujuh titik yang sudah dilakukan program kerja PLN, antara lain Kecamatan Teor, Kecamatan Pulau Panjang, Kecamatam Kelmury, Kecamatan Watubela/Kesui, Kecamatan Seram Timur dan kecamatan lainnya. Namun dari sejumlah program tersebut, belum ada jaringan listrik. Bahkan ada sebagian jaringan yang sudah mulai karatan, sehingga kondisinya tidak layak digunakan. , alias rusak parah.
“Yang paling parah itu, di Kecamatan Watubela-Kasui. Apalagi yang ada di pulaunya itu, pekerjaanya sudah terbengkalai dan tidak terurus oleh pihak PLN. Seakan-akan ini emang PLN sudah tahu kalau listrik belum pasti masuk di daerah itu,” kesalnya.

Mewakili masyarakat SBT, Alimudin juga mendesak pihak PLN untuk segera merealisasikan janjinya itu. Karena jika dibiarkan, maka dipastikan kerugian negara akan bertambah akibat rusaknya jaringan kelistrikan yang sudah dibangun.
“Sebagai wakil rakyat, PLN stop ingkar janji. Bayangkan dari tahun 2019 hingga tahun ini, tidak ada satupun yang direalisasi PLN. Kita mendesak agar PLN segera merealisasikan itu,” bebernya. (RHM)

Comment