by

PLN : Jaringan Listrik Pasir Putih Masih Tender

BURU-BKA, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Wilayah Maluku dan Maluku Utara mengaku masih melakukan proses tender untuk penyambungan jaringan listrik di Desa Pasir Putih, Kecamatan Kepala Madan, Kabupaten Buru Selatan (Bursel).

Padahal, sudah dua tahun sejak tahun 2019, PLN mendirikan tiang lengkap beserta kabel listrik di Desa Pasir Putih. Parahnya, hingga saat ini sekitar 578 rumah dari 617 kepala keluarga (KK) belum dialiri listrik dari PLN Ranting Air Buaya, Rayon Namlea.

Camat Kepala Madan, Masri Mamulati mengaku, sesuai hasil koordinasi pemerintah kecamatan dengan PLN Ranting Air Buaya, persoalan aliran listrik untuk Desa Pasir Putih dalam proses tender. Dimana perusahaan pemenang tender itu, nantinya akan melakukan penyambungan jaringan listrik antar pulau itu.

“Terkait dengan pemasangan aliran listrik di Desa Pasir Putih, sementara ini PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara sudah mengakomodir dan dalam tahapan proses pelelangan. Itu keterangan dari Kepala PLN Air Buaya dan sudah pasti Pasir Putih akan dialiri PLN,” terang Masri, kepada BeritaKota Ambon, Selasa (10/8).

Selaku pemerintah kecamatan, Masri juga meminta PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara untuk secepatnya merealisasikan menyambungkan jaringan listrik di Desa Pasir Putih.

Baca juga:
DPRD Siap Kawal Aliran Listrik Masuk Pasir Putih

“Jika proses tender semua sudah selesai, mereka segera turun ke lapangan untuk melakukan observasi di Desa Pasir Putih terkait dengan pemasangan jaringan listrik tersebut. Dan sepertinya akan melalui jalur udara. Karena kalau tender sudah selesai, maka mereka akan pasang di tiang untuk penyeberangan kabel,” sebutnya.

Masri mengaku, prihatin dengan kondisi Desa Pasir Putih. Sebab di Kecamatan Kepala madan, hanya desa ini yang belum dialiri listrik.

“Jangan sampai mereka menganggap, PLN memarginalkan mereka. Karena di Kecamatan Kepala Madan dari 16 desa, 15 desa alhamdulillah sudah dialiri oleh PLN. Tinggal Desa Pasir Putih yang belum. Jadi diminta perhatian khusus dari pihak PLN,” harapnya.

Baca juga: 587 Rumah di Pasir Putih Belum Dialiri Listrik

Menurutnya, keluhan masyarakat Desa Pasir Putih harus dijawab pihak PLN, sesuai program Indonesia Terang dan Membangun Indonesia Dari Pinggiran. Apalagi desa itu, katanya, merupakan desa kepulauan. Dan mestinya harus mendapat perhatian khusus dari PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara.

“Ditinjau dari sisi penghasilan, Desa Pasir Putih rata-rata mayoritas masyarakat 90 persen itu mencari nafkah melalui perikanan. Disitu berarti mereka membutuhkan es, sementara es membutuhkan yang namanya penerangan (aliran listrik). Jadi harus ada perhatian khusus dari pihak PLN, supaya masyarakat di Kecamatan Kepala Madan, khususnya Desa Pasir Putih tidak dipersulit dengan keadaan ini,” terangnya

Ia menambahkan, masyarakat Kepala Madan memberikan apresiasi atas nama pemerintah kecamatan dan beberapa desa yang telah dialiri listrik. Karena listrik di 15 desa lainnya itu dinyalakan siang malam.

“Bahwa penyambutan dan ucapan terima kasih, karena tanggal 17 Agustus yang bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia, itu titik start awal PLN menyala 1×24 jam di wilayah Kecamatan Kepala Madan,” pungkasnya. (MSR)

Baca juga: Khawatir Warga Pasir Putih “Ngamuk”

Comment