by

PLN Namlea Didemo Soal Desa Pasir Putih

BURU-BKA, Puluhan massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Namlea, melakukan demo di depan Kantor PLN Rayon Namlea, Kamis (12/8).

Aksi itu dilakukan sebagai bentuk keprihatinan mereka terhadap masyarakat Desa Pasir Putih, yang menjadi satu-satunya desa yang belum mendapat pelayanan listrik PLN di Kecamatan Kepala Madan, Kabupaten Buru Selatan.

Sekretaris Umum HMI Cabang Namlea, Ateng Facey, mengatakan, sejak 2019 lalu, tiang listrik telah didirikan di Desa Pasir Putih. Tapi sampai sekarang, belum difungsikan. Sehingga 578 rumah warga di desa itu belum dialiri listrik.

Baca juga:
Pelni : Pembatasan Penumpang Sesuai Aturan

“Kami meminta bapak Presiden Republik Indonesia, Menteri BUMN, Gubernur Maluku, PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara, DPRD Provinsi dapil Buru dan Buru Selatan, PLN Rayon Namlea Ranting Air Buaya, Bupati Buru Selatan, DPRD Kabupaten Buru Selatan, agar dapat segera mungkin menindaklanjuti masalah listrik di Desa Pasir Putih,” kata Ateng, kepada BeritaKota Ambon, Kamis (12/8).

Dalam aksi itu, pendemo membawah lampu pelita sebagai simbol, bahwa masyarakat Desa Pasir Putih masih hidup dengan kegelapan. Belum ada aliran listrik dari PLN.

“Lampu pelita yang saya bawa hari ini, merupakan wujud dari kekecewaan, wujud dari kegelapan, wujud dari pada penindasan, dan wujud dari pada kehancuran hati masyarakat Desa Pasir Putih,” pungkasnya.

Sementara itu, Supervisor Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) PLN Namlea, Imam, yang menemui masa pendemo, mengatakan, terkait masalah Desa Pasir Putih, pihak PLN sendiri belum menyiapkan material atau apa-apa saja agar jaringan listrik masuk di Desa Pasir Putih.

Baca juga: Pemprov Dorong Pengembangan Dunia Usaha

“Jadi solusinya, masyarakat Pasir Putih sendiri mohon untuk bersabar, agar segera masuk. Tapi pasti kita akan melistriki daerah Pasir Putih sana,” pungkasnya. (MSR)

Comment