by

Plt Dirut Panca Karya Diduga Korupsi

Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Kesatuan Organisasi Mahasiswa Perjuangan (Kompag) menggelar demonstrasi di depan Kantor Kejati Maluku, Kamis (24/9).

Ambon, BKA- Mereka menuntut Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku segera memanggil Plt Direktur Utama PD Panca Karya, Rusdi Ambon, karena diduga telah menggunakan uang daerah membeli lahan Raden Pandji, yang terletak di Jalan AM. Sangadji, Kelurahan Hunipopu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Koordinator lapangan, Miki Makatita, usai aksi, mengatakan, Kejaksaan Tinggi Maluku diminta agar segera melakukan pemeriksaan terhadap Rusdi Ambon selaku Plt Dirut PD Panca Karya. Karena diduga, dalam pembelian lahan Raden Pandji, Rusdi Ambon diduga menggunakan uang daerah sebesar Rp 3,5 miliar.

Dengan demikian, Kejati Maluku diminta agar segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, untuk mengaudit harta kekayaan Rusdi Ambon.

“Hal ini kita duga. Mengapa, jika kita kalkulasikan gaji yang dia miliki sejak Tahun 2019 sampai saat ini, belum tentu mencapai Rp 3,5 miliar. Intinya kan begitu,” ungkap Makatita.

Dia berujar, Rusdi Ambon tidak mungkin memiliki uang sebayak itu. Sebab masa kerja baru dari tahun 2019 lalu. Dan diprediksi, dalam pembelian lahan itu, dia menggunakan uang kas PD Panca Karya.

“Jika memang hal ini tidak dipercayai publik dan penegak hukum, kami mempersilakan agar Kejati Maluku segera mengaudit harta atau uang yang diperoleh Rusdi Ambon. Dan jika memang dalam pemeriksaan ditemukan ada hal yang tidak beres, maka Kejaksaan perlu mengusut kasus ini sampai ke akar-akarnya,” jelasnya.

Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette, yang dikonfirmasi terkait aksi demonstrasi tersebut, mengatakan, untuk tuntutan para pendemo, dirinya akan menyampaikan tuntutan ke Kajati Maluku untuk menentukan sikap.

“Akan kita teruskan tuntutan para pendemo ke pimpinan, karena mekanismenya seperti itu,” tandas Sapulette.(SAD).

Comment