by

PMII SBT Ancam Demo Dinas Pariwisata

Ambon, BKA- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMMI) Cabang Seram Bagian Timur (SBT), mengancam bakal melakukan aksi unjuk rasa di Dinas Pariwisata SBT. Hal tersebut karena merasa prihatin dengan kondisi kerusakan talud pantai Gumumae, desa Sesar, kecamatan Bula, SBT.

Ketua Umum PMII Cabang SBT, Asrun Wara-Wara mengatakan, seharusnya talud yang dibangun di bibir pantai wisata gumumae itu harus memenuhi unsur kelayakan. Karana keberadaan talud itu sangat tepat di mata khalayak ramai. Hanya saja, dikerjakan asal-asalan oleh dinas terkait Baik saat mereka melakukan kunjungan wisata maupaun agenda lainya di tempat tersebut.

“Pembangunan ini di depan mata publik. Kalau hasilnya rusak parah seperti bagini terus kan tidak bagus. Maka itu, dalam waktu dekat ini kami akan demo Dinas Pariwisata SBT, meminta kejelasnya. Karena pembangunan talud tersebut menggunakan APBD tahun 2020 kurang lebih sebanyak 1,4 miliar,” tandas Asrun, saat diwawancari koran ini, Minggu (14/02).

Dijelaskan, demi kebaikan pembangunan di Bumi Ita Wutu Nusa kedepan, PMII Cabang SBT akan menjalankan funfsinya sebagai agen of control atas kinerja Pemda SBT.

“Kami akan minta kejelasan pihak dinas. Serta konsultan perencana dan kontraktor. Biar mereka tidak terlalu nakal mempermaikan uang daerah,” tegasnya.
Dari temuannya di lapangan, sebut Asrun, talud sepanjang 700 meter itu hasilnya sangat memprihatinkan, karena telah mengalami kerusakan berat. “Paving blok dari ujung pukul ujung berantakan. Tanda patah merajalela, dan ini tidak bisa dibiarkan. Penegak hukum harus serius menangani persoalan talud gumumae,” ucapnya.

Ditambahkan, sampai saat ini tersisa empat orang karyawan yang melakukan pekerjaan tersebut. Hanya saja, akibat mandek dalam pembayaran, pekerjaan pun belum terselesaikan. “Kerusakan ini tinggal empat orang yang memperbaiki, tapi hasinya belum juga maksimal,” tutup dia.

Sekedar tahu, kerusakan talud yang dibangun itu, karena kedalaman talud yang digali hanya sedalam 60 centi meter. Hal ini kemudian menjadi sorotan KNPI SBT, pemerhati dan masyarakat setempat. (SOF).

Comment