by

PN Ambon Sidangkan 27 Kasus Korupsi

Ambon, BKA- Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Ambon, sepanjang tahun 2020, sudah menyidangkan 27 perkara kasus dugaan tipikor baik itu perkara ADD dan DD, perbankan, dan lain-lain.
Dari 27 kasus korupsi tersebut, 14 kasus sudah divonis majelis hakim, sedangkan 13 kasus masih dalam proses persidangan.
“Kalau ditotalkan, ada 27 kasus korupsi, 14 sudah divonis, 13 masih dalam sidang,” ungkap Humas Pengadilan Negeri Ambon, Lucky R. Kepada Wartawan ,Kamis (14/1).

Selain pidana khusus (pidsus), lanjut Lucky, kasus pidana umum (pidum) yang disidangkan di PN Ambon juga meningkat, yang ditotalkan sepanjang tahun 2020, sebanyak 475 kasus.
Dari 475 kasus tersebut, 388 perkara sudah di putus, sedangkan 87 masih dalam agenda persidangan. Jika diklasifikasikan beberapa jenis perkara, kasus narkoba lebih dominan dari perkara-perkara lain, antaranya, kasus narkoba 124 perkara, penganiayaan urutan kedua dengan total 85, diikuti kasus pencurian 65, sedangkan perlindungan anak 58 kasus.

“Kalau kasus lingkungan hidup, 19 perkara, pembunuhan 21 perkara, penggelapan 19 perkara, kejahatan terhadap ketertiban umum 15 perkara, KDRT 11 perkara, kesusilaan 7 perkara, perjudian 7 perkara, kejahatan terhadap nyawa orang 7 perkara,” sebut Kalalo.

Selain itu, lanjut dia, untuk kasus tindak pidana penipuan 5 perkara, pengeroyokan 5 perkara, kejahatan terhadap keamanan negara seperti RMS 5 perkara, pornografi 4 perkara, pengrusakan barang 4 perkara, senjata tajam 3 perkara, pengancaman 2 perkara, perdagangan orang 2 kasus, kejahatan terhadap kemerdekaan orang 1 kasus, kejahatan lalulintas 1 kasus, dan IT 1 kasus.

“Dari sekian banyak perkara pidum ini, yang paling medominasi adalah kasus narkoba, padahal narkoba ini barang terlarang karena merusak masa depan generasi bangsa ini ke depan,” jelasnya.
Untuk itu, semoga saja ditahun 2021 ini, kasus-kasus yang disidangkan di PN Ambon kalau bisa, tidak lagi sama seperti tahun kemarin.
“Semoga tahun ini tidak ada lagi kasus-kasus seperti yang terjadi di tahun 2020 kemarin,” pungkasnya.(SAD)

Comment