by

PN Diminta Bebaskan Dua Pahlawan Hutan Adat Sabuai

beritakotaambon.com – Puluhan pemuda gabungan LSM dan OKP dan OKPI di Kota Bula, kembali mendatangi Pengadilan (PN) Dataran Hunimoa, Kamis (2/9), meminta agar membebaskan dua terdakwa kasus pengrusakan alat berat milik CV Sumber Barakat Makmur (SBM).

Puluhan pendemo yang datang mengunakan ikatan kain berang di kepala itu, mengatakan, kedua terdakwa itu, Stefanus Ahwalam dan Khaleb Yamarua, merupakan pahlawan hutan adat Desa Sabuai, Kecamatan Siwalalat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Mereka mengungkapkan, tindakan yang dilakukan kedua terdakwa itu dilatarbelakangi oleh keinginan untuk melindungi hutan adat milik mereka, dari kejahatan pemalakan liar yang dilakukan CV SBM.

“Bebaskan dua pahlawan hutan adat Sabuai, Saudara Khaleb Yamarua dan Stevanus Ahwalam. Kami mendesak Pemerintah Daerah untuk melakukan reboisasi atas hutan yang dibabat habis oleh CV Sumber Barakat Makmur, serta melakukan normalisasi terhadap aliran sungai pada negeri dan negeri administratif yang telah mengalami dampak banjir,” kata koordinator lapangan (Korlap) aksi, Rahman Rumuar, saat menyampaikan tuntutan dihadapan Ketua PN Dataran Hunimua, Awal Darmawan Akhmad.

Sebelumnya, sejumlah orator menyampaikan, kalau kehadiran mereka untuk meminta keadilan bagi kedua tokoh adat Sabuai. Bahkan meraka mengingatkan PN dan Kejaksaan setempat, kalau langkah yang dilakukan dua tokoh itu merupakan bentuk perlindungan kepada hutan adat mereka.

“Kami datang meminta keadilan sebagai hukum tertinggi. Kejaksaan dan pengadilan negeri harusnya tahu, bahwa ini adalah masalah tanah adat, kenapa sampai mereka berdua ini dijadikan sebagai tersangka,” kata salah satu orator, Riski Liliai, dalam aksi itu.

orator lainnya, Hardi Kwaikamtelat, mengatakan, apa yang dilakukan oleh kedua tokoh adat itu adalah bentuk kepedulian untuk melindungi hutan adat yang dirusaki CV. SBM.

Baca juga: Tokoh Agama Kunjungi GVP Polda Maluku

“Maka itu, kami meminta untuk bebaskan dua saudara kami yang menjadi tersangka dalam kasus ini,” desak Hardi.

Selain itu, Syamsul Bahri Kelibai, mengatakan, hutan dan laut merupakan sumber kehidupan masyarakat. Jika tidak dilindungi, maka generasi berikutnya akan menjadi hancur.

Jika hutan selalu di eksploitasi oleh para cukong, katanya, maka tidak ada masa depan bagi generasi berikutnya.

“Negara harus berterima kasih kepada kedua saudara kami yang melindungi hutan adat. Bukan malah sebaliknya, menjadikan mereka tersangka dan melindungi pelaku perusak kejahatan eksploitasi hutan adat negeri Sabuai,” tandasnya.

Menanggapi tuntutan puluhan pemuda itu, Ketua PN Dataran Hunimoa, Awal Darmawan Akhmad, mengatakan, tuntutan yang disampaikan akan diteruskan ke majelis hakim yang bersidang.

“Kami anggap ini sebagai surat resmi dari teman-teman. Surat ini akan dimasukkan ke dalam surat masuk, dan akan kami distribusikan kepada majelis hakim bersidang. Dan satu lagi, akan kami sampaikan kepada Pengadilan Tinggi,” pungkas Awal.(SOF)

Comment