by

Pol-PP Diijinkan Tindak Pedagang Mardika

Ambon, BKA- Pasca penggurusan pasar Mardika dan pasar Apung untuk rencana revitalisasi, para pedagang Mardika justru memilih badan jalan untuk berjualan. Untuk menertibkan para pedagang, Disperindag Kota Ambon mengizinkan Satpol PP untuk menindak para pedagang yang berjualan di badan jalan.

Namun izin yang diberikan untuk menindak para pedagang, harus dilakukan tanpa cara kekerasan. “Pakai tindakan semacam pemaksaan tapi jangan kasar,” sebut Kepala Disperindag Kota Ambon, Pieter Leuwol, kepada wartawan di Balai Kota, Rabu (4/11).

Menurut dia, untuk merelokasikan pedagang, di pasar yang disediakan Pemerintah Kota, bukan saja tugas Disperindag. Tetapi, tugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang bersifat penertiban.

“Tanggungjawab keamanan yang menyangkut relokasi dan penertiban, merupakan tugas Satpol-PP. Ini bukan hanya tugas Disperindag, sebab kita kan kerjanya secara tim,” sebutnya.

Pieter menjelaskan, sebenarnya tidak ada langkah penertiban terhadap pedagang, apabila sejumlah pedagang yang tidak mau direlokasi itu bisa kooperatif dan mendukung proses revitalisasi Mardika.

“Kalau ada tindakan paksa yang dilakukan oleh petugas, baik Satpol-PP dan petugas teknis lainnya, maka pedagang tidak bisa menyalahkan siapa-siapa. Sebab, kalau sesuai aturan mereka harus pindah,” tuturnya.

Dikatakan, terkait dengan pengamanan dan penertiban di kawasan pasar Mardika, pihak Satpol PP telah berkoordinasi dengan TNI Polri selaku mitra. Agar tidak ada kendala yang terjadi di lapangan.

“Koordinasi keamanan sudah dilakukan. Tapi kalau pedagang masih melawan, maka prosesnya juga akan terhambat. Akibat bandelnya pedagang, situasi Mardika sudah sangat kacau,” kunci Pieter. (BKA-1)

Comment