by

Pola Belajar Daring Jangan Seragamkan

Ambon, BKA- Sejumlah sekolah tingkat SD di Kota Ambon meminta Dinas Pendidikan (Disdik) agar tidak menyeragamkan pola belajar Daring. Melainkan memberikan ruang bagi setiap sekolah mengatur pola belajar Daring sesuai dengan kebutuhan dan kondisi siswa.

Kepala SD Negeri Negeri Lama, S. Wacanno, mengatakan, meskipun dalam satu wilayah, namun kondisi setiap sekolah berbeda-beda. Sehingga pola belajar Daring jangan diseragamkan lewat kurikulum darurat yang akan diterapkan.

“Bagi saya, boleh saja ada peraturan, namun harus ditinjau lagi. Karena kondisi internal (sekolah, red) itu semua tidak sama. Tidak tahu bagaimana penerapanya. Sebab meskipun kita dalam satu kecamatan, yang hanya dibatasa jalan saja, tapi kalau mau penyeragaman saya rasa tidak sesuai karena cara terima siswa juga tidak sama. Jadi untuk penyeragaman kurikulum itu boleh saja. Tapi untuk polanya, diharapkan berbeda,” pinta Wacanno, Rabu (26/8)

Yang bisa diseragamkan itu, katanya, kurikulum dan materi Kompetensi Dasar (KD). Kalau pola pembelajaran, maka setiap sekolah memiliki model belajar yang berbeda. Sebab dalam satu sekolah pun, metode pembelajaran yang digunakan guru juga pasti ada yang berbeda, sesuai dengan karakteristik siswa yang berbeda-beda.

“Jadi, KD-nya, kurikulum dan lainnya boleh sama. Tapi untuk pola atau modelnya, itu tidak sama. Kita harus lihat sesuai dengan kebutuhan siswa. Sebab di dalam sekolah ada kebutuhan yang lain, jadi kita tidak bisa pakai satu metode saja. Itu yang dimintakan, bahwa modelnya tidak bisa disamakan. Perlu kita sesuaikan dengan kondisi internal sekolah, juga kebutuhan anak,” paparnya.

Untuk menghasilkan proses belajar yang baik dan berkualitas, katanya, tergantung cara mengajar guru itu sendiri. Untuk itu, Ia berharap, apa yang diinginkan sekolah, bisa diperhatikan oleh Disdik Kota Ambon guna menjawab kebutuhan belajar siswa ditengah pandemi ini.

“Cara mengajar yang baik kepada anak itu tidak bisa diciptakan oleh siapa pun selain gurunya. Tidak bisa diciptakan oleh dinas, lalu berikan kepada guru. Harus sesuai dengan kebutuhan anak dan karakter gurunya. Ini bukan demi siap-siapa, melainkan demi anak kita. Sehingga kita ingin manciptakan sumberdaya anak, bukan untuk yang lain,” tandas Wacanno.

Sebelumnya dikabarakan, bahwa pihak Disdik Kota Ambon akan melakukan pedoman pembelajaran kurikulum darurat, yang nantinya diberikan kepada masing-masing Satuan Pendidikan (SP). Karena pihak Disdik tidak menginginkan penerapan kurikulum khusus itu dilakukan berbeda-beda di semua tingkatan sekolah.

“Tapi kita sementara tunggu Perwali. Perwalinya sementara dibuat. Kalau sudah selesai, maka langsung kita lakukan pedoman pembelajaran kurikulum darurat. Jadi nanti ada satu pedoman saja dari Disdik. Tidak lagi sendiri-sendiri, karena ada pedomannya,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Disdik Kota Ambon, Merry Mairuhu, kemarin. (LAM)

 

 

Comment