by

Pola KBM MTs Al Fatah Berpedoman SKB 4 Menteri

Ambon, BKA- Pola Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di madrasah, khususnya MTs Al Fatah, berpedoman pada Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri tentang panduan pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

Salah satu tujuan dari Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri itu, yakni, agar pembelajaran di madrasah bisa terlaksana dengan baik, sehingga Kementerian Agama (Kemenag) mengeluarkan kebijakan untuk mengadakan pembelajaran elektronik atau e-Learning dan lainnya.

Menurut Kepala MTs Al Fatah Ambon, Muhammad Yamin Ipa, karena peraturan tersebut sangat penting ditengah Covid-19, sehingga pihaknya sudah melakukannya. Sebab itu merupakan intruksi, bahwa penyelenggaraan pendidikan di madrasah, harus mengikuti panduan atau Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021 dan tahun akademik 2020/2021 di masa pandemi Covid-19.

Selain itu, lanjutnya, KBM yang berpedoman pada SKB empat Menteri tersebut juga dinilai relevan dengan kondisi Kota Ambon saat ini, yang masih berada pada status zona merah. “Intinya, kita di madrasah wajib berpedoman pada SKB 4 Menteri soal Panduan Pembelajaran,” kata Muhammad, Selasa (11/8).

Khusus metode atau konsep pembelajaran yang dijelaskan dalam regulasi Kemenag RI, lanjutya, pihaknya juga tetap mengacu pada edaran Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2791 Tahun 2020 tentang Panduan Kurikulum Darurat pada Madrasah. Kemenag juga telah menerbitkan KMA No 183 tahun 2019 tentang Kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah, serta KMA 184 tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada Madrasah.

Menurutnya, kedua KMA ini akan diberlakukan secara serentak pada semua tingkatan kelas pada tahun pelajaran 2020/2021. “Jadi, mulai tahun pelajaran 2020/2021, pembelajaran di semua jenjang madrasah akan menggunakan kurikulum baru untuk Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab. Untuk KMA 183 tahun 2019 ini akan menggantikan KMA 165 tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab pada Madrasah, sehingga ada perubahan dalam konten lima mata pelajaran,” terangnya.

Meski demikian, mata pelajaran dalam Pembelajaran PAI dan Bahasa Arab pada KMA 183 Tahun 2019 sama dengan KMA 165 Tahun 2014. Mata Pelajaran itu mencakup Quran Hadist, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), dan Bahasa Arab.

“Jadi beda KMA 183 dan 165 lebih pada adanya perbaikan substansi materi pelajaran karena disesuaikan dengan perkembangan kehidupan abad 21,” jelasnya.
(LAM)

Comment