by

Pola Pikir Musisi Harus Dirubah

Ambon, BKA- Walikota Ambon, berharap agar pola pikir para musisi lokal di Kota Ambon yang selama ini menjadikan musik sebagai hobi, dapat dirubah menjadi salah satu potensi ekonomi. Hal ini disampaikan usai menjadi narasumber dalam Talkshow Ambon Jazz Plus Festival,

“Kalau dari para pakar, mereka (musisi) melihat ini sebagai salah satu potensi ekonomi. Jadi cara berpikir ini yang harus kita rubah, ” ungkap Richard, kepada wartawan di Balai Kota Ambon, usai hadir sebagai narasumber dalam talkshow Ambon Jazz Plus Festival secara virtual, Sabtu (12/12).

Politisi Senior Golkar ini menilai, para musisi lokal yang ada di Kota bertajuk Manise ini, harus bisa merubah pola pikir tersebut, apabila ingin menjadikan musik untuk potensi ekonomi kedepan. Sebab, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon hanya bisa menyiapkan stimulasi.


“Mindsetnya harus dirubah. Tergantung mereka, mau atau tidak. Pemerintah ini kan hanya menyiapkan stimulasi saja. Selebihnya itu tergantung mereka (musisi) kan?, ” tuturnya.

Menurut walikota dua periode ini, jika pola berpikir musisi telah dirubah seperti yang diharapkan, maka dipastikan hasil karya yang dimiliki mampu bersaing secara nasional, tanpa harus melalui gerbang di Ibukota Jakarta.

“Contoh lagu Poco-poco, itu lagunya KAPATA, group lokal di Ambon. Lagu itu bisa terkenal karena dibawa dari Ambon ke Jakarta oleh Almarhum Yopi Latul pada saat itu. Karena dulu kita kekurangan infrastruktur,” beber Richard.

Saat ini, sambung dia, dengan perkembangan digital teknologi yang semakin melesat modern, sudah pasti hasil karya dari anak-anak dan seniman musik Kota Ambon, bakalan terkenal secara nasional.

“Seperti yang sudah saya katakan, yaitu apakah mereka mau atau tidak. Pada intinya, kita semua harus terus kerja, kerja dan kerja lebih keras lagi kedepan guna wujudkan hal ini,” ujarnya.

Mantan anggota DPRD Maluku ini menambahkan, terkait musik, warga Kota Ambon telah memiliki anugerah dari Tuhan yang Maha Kuasa. Sehingga diharapkan, jangan di sia-siakan. Tetapi harus bisa menjadikan musik sebagai potensi ekonomi.

“DNA masyarakat di sini (Ambon) itu bernyanyi. Jadi jangan diragukan lagi. Mulai dari gunung sampai pesisir pantai, semuanya tahu menyanyi. Makanya kita harus manfaatkan potensi ini dengan baik,”. pesannya. (BKA-1)

Comment