by

Polemik Upacara HUT Kabupaten Kepulauan Aru

Ambon, BKA- Upacara peringatan HUT Kabupaten Kepulauan Aru ke-17 di Lapangan Yos Sudarso Dobo, Jumat (18/12), pkan lalu, masih menyisakan polemik.

Pada upacara itu, Ketua I dan Ketua II serta sebagian besar Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Aru, tak menghadiri upacara itu.

Ketidakhadiran sejumlah pimpinan dan anggota DPRD tersebut menuai beragam tanggapan dari masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru. Ada yang menilai, ketidakhadiran itu sebagai bentuk pelecehan terhadap perjuangan para tokoh pemekaran Kepulauan Aru sebagai daerah otonom.

“Ini jelas-jelas pelecehan terhadap tetua-tetua adat, para tokoh pejuang dan pendiri Kepulauan Aru sebagai daerah otonom. Ini moment bersejarah bagi masyarakat Aru dari Godor Juring sampai Warialau,” ungkap salah satu warga yang enggan menyebutkan namanya, usai mengadiri upacara peringatan HUT Kabupaten Kepulauan Aru, Jumat (18/12).


Menurut dia, DPRD yang merupakan representase dari masyarakat, semestinya memberikan contoh yang baik bagi masyarakat, tentang pentingnya menghargai hari besar lahirnya daerah ini sebagai daerah otonom baru. Bukan sebaliknya, memberikan contoh buruk dengan tidak menghadiri upacara HUT itu.

“Jadi saya mau bilang, jujur bahwa apa yang dipertontokan para wakil rakyat di daerah ini adalah contoh ketidakpedulian terhadap perjuangan para tokoh pendiri pemekaran daerah ini sebagai daerah otonom,” terangnya.

Kalaupun ada agenda di luar daerah yang harus diselesaikan, maka bisa dikondisikan dengan moment perayaan lahirnya kabupaten.

Dia berharap, sikap yang dipertontonkan oleh 22 anggota DPRD tersebut tidak terulang lagi. Karena perjuangan pemekaran Kabupaten Kepulauan Aru sebagai daerah otonom baru, tidaklah mudah.

Dengan demikian, kata dia, sebagai wakil rakyat yang punya kontribusi besar terhadap daerah ini, harus bisa memberikan contoh dan teladan yang baik demi mencapai kesejahteraan rakyat dan daerah ini kedepan.

“Wakili rakyat Aru, saya harap sifat wakil rakyat ini jangan terulang lagi. Ini momen sejarah yang patut kita rayakan bersama. Olehnya itu, mereka harus hadir dan larut dalam perayaan sama-sama. Mereka kan punya kontribusi besar bangun Aru, lalu kalau hari bersejarah saja mereka tidak hargai, lantas daerah ini mau dibawa kemana,” harapnya.

Diketahui, dari 25 anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Aru yang menghadiri HUT ke-17, hanya tiga orang, yakni, Ketua III Peny S. Loy (PDI-P), Hein D.I Warkor (Hanura) dan Hery Lailaem (PKPI). (WAL)

Comment