by

Polisi Akan Kirim Berkas Pembunuh ke Jaksa

Ambon,BKA- Penyidik Satreskrim Polres SBB, dalam waktu dekat, akan mengirimkan berkas perkara pembunuhan yang menyeret tersangka Ode Yudin alias Yudin.

Kasat Reskrim Polres SBB, AKP Pieter Matahelumual mengatakan, berkas perkara ini, beberapa hari lalu, penyidik menggelar reka ulang. Dalam reka ulang itu, untuk melengkapi berkas perkara tersangka dalam rangka proses tahap I ke jaksa penuntut umum.

“Dalam waktu dekat, kita akan limpah berkas ini ke jaksa. Untuk rekonstruksi beberapa hari lalu itu, untuk melengkapi berkas perkara ini saja,” ujar Matahelumual, Minggu kemarin.

Dia mamastikan, jika tidak ada masalah, berkas perkara ini segera dilimpah ke Jaksa untuk kepentingan persidangan nanti.
“Kalau tidak ada halangan, dalam waktu dekat, kita sudah limpah berkas ini ke jaksa untuk kepentingan sidang,” pungkasnya.

Sekedar tahu saja, berdasarkan hasil rekonstruksi penyidik Sat Reskrim Polres SBB, diketahui tersangka Ode Yudin alias Yudin melakukan penganiayaan terhadap korban Agusman, dengan cara menikam korban menggunakan satu buah pisau mengenai perut sebelah kiri dan akibat dari kejadian tersebut, korban meninggal dunia

“Jadi dari hasil reka ulang itu, kita sudah mengetahui dengan jelas, bahwa, korban ditikam dengan pisau oleh tersangka Yudin. Dan korban sempat di rawat di puskemas, namun karena kondisi tidak memungkinkan, korban di rujuk ke Ambon, ternyata dalam perjalanan, korban langsung meninggal dunia,” ungkap Kasat Reskrim Polres SBB, AKP Pieter Matahelumual ketika di konfirmasi melalui selulernya, Jumat kemarin.

Matahelumual mengaku, reka ulang yang dilakukan penyidik, disaksikan langsung pihak-pihak yang berkepentingan dalam perkara tersebut.
“Kita reka ulang di Desa Eti, Kamis 25 Februari 2021sekitar pukul 12.00 Wit, itu disaksikan pihak-pihak berkepentingan termasuk jaksa penuntut umum,” bebernya.

Menurut Perwira yang punya tiga balok emas di pundak itu, kejadian tersebut, awalnya, pada 27 Januari 2021 bertempat di Dusun Tihu, Desa Tahalupu. Awalnya, korban sementara tidur di kamar dengan istrinya Yuni. Tiba-tiba, korban dan istrinya terbangun karena mendengar suara ribut-ribut di luar rumah tepat pada pintu belakang rumah kemudian korban keluar dari dalam kamar dan menuju ke arah suara ribut-ribut. Ternyata tersangka dan istrinya sdri Wa Rusmi yang terlibat cekcok terkait anak mereka yang hendak diambil oleh tersangka namun di halangi istrinya Wa Rusmi.

Selanjutnya korban yang adalah pangkat bapak mantu dari tersangka langsung mendekati tersangka dan istrinya. Kemudian korban melakukan pemukulan terhadap tersangka secara berulang kali ke arah wajah tersangka. tersanga tak terima, sehngga dia mengambil pisau yang di selipkan pada pinggangnya dan langsung melakukan penikaman terhadap korban sebanyak 1 (satu) kali yang kena pada perut sebelah kiri korban setelah itu tersangka langsung melarikan diri ke Desa Namlea, Kabupaten Buru.
“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka disangkakan dengan pasal 351 ayat (3) KUHPidana Jo Pasal 2 ayat (1) UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951,” tandasnya.(SAD)

Comment