by

Polisi Beking Penambang Ilegal Akan Dipecat

Kepolisian Resor (Polres) Pulau Buru akan menindak tegas, setiap anggota Polri yang terbukti menerima suap atau jadi beking aksi penambangan emas ilegal di kawasan Gunung Botak.

Hal tersebut disampaikan Paur Humas Polres Pulau Buru, Aipda MYS Djamaluddin, usai penertiban para penambang ilegal di kawasan Gunung Botak, Desa persiapan Wamsait, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, 24 Mei 2021 lalu.

Menurutnya, jika ada anggota polisi ditemukan melakukan atau terlibat penambangan ilegal di Gunung Botak, maka Kapolres Pulau Buru, AKBP Egia Febri Kusumawitmaja, akan memberikan sanksi tegas.

“Kami pastikan, bahwa ketika ada anggota Polri terlibat dalam penambangan ilegal, maka akan dilakukan tindak tegas oleh Kapolres Pulau Buru. Itu sudah pasti,” kata Aipda Djamaluddin, kepada BeritaKota Ambon diruang kerjanya, Selasa (25/5).

Terkait sanksi yang akan diberikan, dia menyebutkan, bisa sampai pemecatan dari anggota kepolisian.

“Sanksi kode etik dan bisa dipecat, jika ditemui anggota polisi kedapatan. Tapi hingga saat ini, belum ada,” tegasnya.

Sementara pada penyisiran lalu, kata Aipda Djamaluddin, didapatkan 19 penambang yang melakukan aktivitas.

Saat mereka akan dibawa ke Polres Buru, personil yang melaksanakan penertiban dihadang oleh masyarakat Desa Dava.

“Pada pukul 17.20 Wit, masyarakat desa Dava mencoba menghadang petugas yang membawa pelaku penambangan ilegal, untuk diamankan di Polres Pulau Buru. Mereka memalang jalan menggunakaan balok kayu dan batu, untuk mendesak petugas agar para pelaku penambangan dilepaskan dan tidak dibawa ke Polres Pulau Buru,” ungkapnya.

Aksi itu membuat 19 penambang yang telah diamankan, berhasil kabur. Namun polisi berhasil menangkap dua yang dicurigai sebagai provokator, yakni, mantan Kades Widit, Kaban Tihun alias Managula, serta Ibrahim Tihun.

“Pukul 17.40 Wit, dua pelaku provokator masyarakat adat Desa Dava, Kecamatan Waelata, telah diamankan oleh petugas dan dibawa ke Mapolres Pulau Buru untuk dimintai keterangan. Sekarang berada di Polres, sedang dilakukan pemeriksaan dari tim penyidik dari Reskrim. Setelah pemeriksaan, baru akan dilakukan langkah-langkah hukum lagi yang dilakukan oleh penyidik,” terangnya.

Dia menambahkan, dari penyisiran itu juga polisi berhasil mengamankan alat dan tenda penambang, yang didapatkan di lokasi. 1 unit mesin dompeng, talang karpet penangkap emas, lubang galian yang baru dibuat, tenda pedagang, tenda penambang dan papan.

“Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pemusnahan terhadap tenda dan barang-barang milik penambang yang ditinggalkan, dengan cara dibakar,” tambahnya.

Menurutnya, berdasarkan keterangan dari penjual makanan di lokasi Gunung Botak, ibu Samsia, di lokasi itu masih ada aktivitas penembangan oleh sekitar 200 penambang. Mereka sering beraktivitas pada pagi hari.

“Diduga, kegiatan penertiban aktivitas penambangan ilegal di lokasi Gunung Botak telah bocor. Sehingga banyak penambang yang sudah meninggalkan lokasi penambangan, pada saat anggota tiba di lokasi,” pungkasnya. (MSR)

Comment