by

Polisi Berhasil Bubarkan Massa Bentrok di Liang

Ambon, BKA- Dua kelompok Pemuda di Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), yang terlibat bentrok, berhasil dibubarkan aparat gabungan dari personel Polsek Salahutu dibantu Personil BKO TNI AD yang mendatangi TKP, pada Senin (4/1) dini hari.

Kasubag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease Ipda Isack Leatemia mengatakan, Bentrokan yang terjadi itu melibatkan kelompok pemuda Kompleks RT 09, 10 dengan kelompok, pemuda RT 08 dan RT 07. “Akibat dari kejadian ini, empat rumah warga ludes terbakar,” ungkap Izak Leatemia, Senin kemarin.

Kata dia, kejadian ini bermula, sekelompok pemuda yang tak dikenal yang diduga dari kompleks RT 09 dan 10 dengan menggunakan penutup wajah melakukan pelemparan dan penyerangan kepada warga di kompleks RT 08 dan RT 07 yang mengakibatkan konsentrasi warga di RT 07 dan berujung aksi saling serang menggunakan batu.

“Saat aksi saling lempar, kelompok Pemuda dari Kompleks RT 09 sampai RT 14 masuk sampai ke kompleks warga RT 08 dan melakukan pengerusakan rumah warga serta melakukan pembakaran rumah keluarga Asri Lessy yang merembet ke tiga rumah lainnya milik Kader Samual, Erik Lessy, dan Amina Soplestuny yang saling berdekatan,” jelas Kasubag.

Setelah itu, kelompok pemuda RT 09 sampai RT 14 kemudian perlahan mundur ke kompleks mereka sambil melakukan aksi pelemparan batu, sementara warga RT 08 berbondong-bondong berupaya memadamkan api yang membakar sejumlah unit rumah tersebut dengan mengunakan mobil tangki air.

Pasca bentrok, personel Polsek , BKO TNI AD dan personel Polresta Ambon dan Satbrimobda Maluku tiba untuk mengamankan TKP dan membubarkan kedua kelompok massa. Namun karena massa melawan, dua warga diamankan pihak polisi.

“Ada dua pemuda yang berhasil diamankan, yakni AR (33) dan MS (14), keduanya diamankan ke Polsek Salahutu untuk proses penyelidikan terhadap para pelaku lainnya,” ujar Kasubag.
Untuk mengatisipasi adanya bentrokan susulan, aparat keamanan melakukan penyekatan pada wilayah perbatasan RT 08, serta mendirikan pos pengamanan sementara pada lokasi tersebut.

“Untuk situasi hingga saat ini terpantau aman dan kondusif, kita juga sementara komunikasi untuk lakukan pertemuan di balai desa dengan menghadirkan tokoh agama, saniri negeri, tokoh pemuda dan Ketua-Ketua RT di Negeri Liang,” urai Leatemia. (SAD)

Comment