by

Polisi Diminta Tegas Berantas Togel

Ambon, BKA- Marak judi toto gelap (togel) di Kabupaten Kepulauan Aru, sudah menjadi rahasia umum. Sampai kini praktiknya masih terus berlangsung.

Padahal pada 26 Agustus 2020 lalu, Polres Kepulauan Aru telah meringkus empat pelaku togel yang beraktivitas di kawasan Dok, Kelurahan Galau Dubu, Kecamatan Pulau-pulau Aru.

Alhasil, empat pelaku berinisyal JG, EG, JM, dan YY, kini sedang dalam proses hukum. Mereka berempat dijerat dengan pasal 303 KUHAP, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Namun bukannya merah. Namun aktivitas para pelaku judi togel makin leluasa. Seolah-olah keberadaannya sudah dilegalkan.

Terkai hal itu, sejumlah tokoh masyarakat di Kabupaten Kepulauan Aru merasa prihatin. Diantaranya, Thomas Benamem, yang merupakan tokoh pemerhati pendidikan.

Benamem mengatakan, dia sangat resah dan prihatin dengan maraknya judi togel di kabupaten itu. Mungkin karena dalang dibalik itu belum ditangkap oleh Polisi. Hanya bandar kecil saja yang diringkus.

“Jujur saya mau bilang, terus terang saya sangat resah karena Polres Kepulauan Aru hanya bisa meringkus bandar kecilkecil. Sementara bandar besar, dibiarkan bebas beraksi. Jadi saya minta Polisi, jangan tebang pilih. Tangkap itu bandar besarnya, supaya permainan judi togel di Aru tidak lagi beroperasil,” tegas Benamem, Senin (21/9).

Menurutnya, pemberantasan judi togel di Aru harus serius. Pihak Polres Kepulauan Aru harus tegas tegakan aturan sesuai Undang-Undang yang berlaku. Karena apapun bentuk judi, itu sangat dilarang oleh hukum, adat maupun agama.

Ketegasan pihak Kepolisian dalam memberantas judi togel maupun judi lainnya, sangat penting. Karena hal ini tidak hanya melibatkan orang dewasa, tapi sudah merambah kepada anak sekolah, SMA, SMP maupun SD.

Kalau hal ini dibuarkan, maka akan merusak generasi mudah Kabupaten Kepulauan Aru.

“Ya, generasi penerus bangsa di daerah ini akan rusak, kalau aparat penegak hukum tebang pilih dalam memberantas judi. Khususnya togel. Jadi saya harap, bandar besar judi togel harus ditangkap dan diproses hukum hingga ke persidangan. Jangan tebang pilih, karena semua warga negara Indonesia sama di mata hukum,” harap Benamem.

Diketahui, bandar besar togel yang masih beroperasi di Kabupaten Kepulauan Aru hingga kini yakni, NL, RU, dan M. (WAL)

Comment