by

Polisi Jerat Tersangka Kasus Penganiayaan di Desa Eti

Ambon, BKA- Satuan Reserse dan Kriminal Polres Seram Bagian Barat (SBB), dibawa pimpinan Kasat Reskrim Polres SBB, Iptu Pieter Matahelumual, resmi menetapkan beberapa tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana penganiayaan dan kekerasan bersama mengakibatkan meninggalnya korban di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Dusun Trasnlok, Desa Eti, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten SBB, Selasa (27/10).

Para tersangka ditetapkan dalam laporan pidana terpisah, yakni untuk pidana kekerasan bersama terhadap korban Vio Tuanubun dengan tersangka YP dan ASL. Kasus penikaman yang mengakibatkan korban Steward meninggal dunia, tersangka VT.

Sedangkan untuk kasus kekerasan bersama dengan korban Yames meninggal dunia dilakukan tersangka YP dan VP.

Mereka disangkakan dengan pasal masing-masing, VT, pasal 338 dan atau 351 ayat (3) KUHP jo pasal 2 ayat (1) UU Drt No. 12 tahun 1951. ancaman hukuman 10 tahun, tersangka YP, disangkakan dengan pasal 170 KUHP dan atau pasal 351 ayat (1) KUHP jo pasal 55 KUHP ancaman hukuman 5 tahun, sedangkan untuk VP dan YP dikenakan pasal 170 ayat (3) dan atau pasal 351 ayat (3) KUHP ancaman hukuman 12 tahun.

“Para tersangka dijerat dengan pasal masing-masing, ada ancaman hukuman dari 5 tahun sampai 12 tahun,” ungkap Kasat melalui selulernya, Selasa (27/10).

Perwira Polri dengan dua balok emas di pundak itu mengatakan, kasus ini bermula, pada 12 Oktober 2020 lalu, saat itu tersangka VT mengedarai sepeda motornya melewati dusun Translok, namun karena bunyi knalpotnya sangat bising, dia lalu dicegat beberapa pemuda dusun Translok.

Sempat terjadi cekcok antara sejumlah pemuda dengan tersangka VT.
“Karena tidak terima ditegur, tersangka VT kemudian pulang ke rumahnya di desa Lumoli mengambil sebilah pisau,kembali menemui para pemuda di Desa Translok,” jelas Dia.

Saat VT sampai di Dusun Translok, lanjut Kasat, tersangka VT bertemu dua pemuda diantaranya JP dan ASL. Setelah bertemu, terjadilah perkelahian antara VT dengan JP danASL, hingga berujung ke aksi penikaman.

“Saat itu, tersangka VT tikam ASL, kemudian tersangka VT melarikan diri ke Desa Lumoli. Sedangkan untuk ASL dibantu beberapa rekannya dibawa ke RSU Piru untuk dilakukan pengobatan medis,” jelasnya.

Mantan Kapolsek Nusaniwe, Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease ini mengaku, selang beberapa jam kemudian, ada beberapa warga desa Lumoli yang turun ke dusun Translok dengan membawa senjata tajam dan sempat dicegat oleh salah seorang warga Translok. Dan warga tersebut menyarankan untuk kembali ke Desa Lumoli, namun saran yang bersangkutan tidak didengar. Selanjutnya, kedatangan mereka di ketahui pemuda dusun Translok. “Tersangka VP pulang ke rumah mengambil parang karena mendengar rekannya ASL ditikam. Dia kemudian melakukan pembacokan terhadap YL (warga Lumoli). Setelah yang bersangkutan dilempari batu oleh tersangka YP karena akan melakukan pembacokan terhadap saksi LS,” ungkapnya.

Akibat dari kejadian tersebut,tambah dia, korban ASL warga Dusun Translok dan YL Warga Lumoli meninggal dunia karena dibacok tersangka. Sementara untuk tersangka VT mengalami luka memar di tubuhnya.

“Kasus ini ada korban meninggal jadi tetap kita usut sampai tuntas,” pungkasnya. (SAD)

Comment