by

Polisi “Kejar” Aktor Intelektual Kasus Surat Antigen Palsu

Kepolisian Resort (Polres) Pulau Buru terus mendalami kasus dugaan pemalsuan surat keterangan hasil Swab Antigen Test Covid-19, di Apotek Marini Farma, Jalan Baru Namlea.

Saat ini, telah ditetapkan tiga tersangka di kasus tersebut, yakni, SS yang merupakan PNS di Satpol PP Kabupaten Buru, serta dua pegawai Apotek Marini Farma berinisial SM dan IS.

Kasat Reskrim Polres Pulau Buru, Iptu Handry Dwi Ashar, mengatakan, tim penyidik sedang melakukan pendalaman terkait kasus ini. Tidak menutup kemungkinan, ada tersangka lain dalam kasus itu.

“Dalam penaganan kasus ini, tetap kita melakukan pengembangan-pengembangan. Tidak menutup kemungkinan juga (ada tersangka lain). Tapi kita akan tetap berprinsip, kita akan kejar pelaku-pelaku intelektualnya,” kata Iptu Handry, kepada BeritaKota Ambon di ruang kerjanya, Sabtu (3/7).

Dia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan terhadap saksi dr. Ninik Marini Prawira (NMP) selaku pemilik Apotek Marini Farma, tidak menutup kemungkinan akan ditemukan sejumlah fakta baru.

Ia menegaskan, akan membuka hasil pemeriksaan terhadap saksi berinisial NMP, jika sudah mendapatkan laporan dari tim penyidik.

“Tapi kita akan bicara terkait dengan fakta dan hasil pemeriksaan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, tim penyidik sedang melakukan pemeriksaan terhadap saksi berinisial NMP.

Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh tim penyidik Polres Pulau Buru di kediaman pemilik apotek tersebut, karena kondisinya masih tidak stabil, Kamis (1/7).

Kapolres Pulau Buru, AKBP Egia Febri Kusumawiatmaja, menjelaskan, dari hasil penangkapan, Polisi menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya, surat Rapid Test Antigen palsu, dua unit laptop, dua unit printer, empat unit handphone, tiga lembar KTP, uang tunai Rp 9.800.000 rupiah.

Untuk modus yang dijalankan, yakni, dengan cara menawari calon pelaku perjalanan surat keterangan negatif Rapid Antigen tanpa mengikuti tes, dengan biaya Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu.

“Modus operandinya, bahwa setiap pasien pembuatan Antigen maupun Rapid Tes yang melalui pemeriksaan maupun tidak, diberikan fee sebesar 50 ribu dari satu surat,” beber AKBP Egia, saat konferensi pers, di Mapolres Pulau Buru, Jumat (11/6) lalu.(MSR)

Comment