by

Polisi Kirim BB Narkoba ke Laboratorium Makassar

Untuk menguatkan bukti-bukti Polisi dalam rangka penetapan tersangka, barang bukti (BB), milik dua pelaku yang digrebek saat hendak menyelundupkan narkotika melalui tempat sampah di Lapas Ambon, akan di kirim ke Laboratorium Makassar untuk dilakukan pengujian.

Kasat Narkoba Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, AKP Jufry Jawa mengatakan, kedua pelaku yang membawa narkoba jenis tembakau sintetis tersebut yakni, Rain Tehuayo dan Dibin Jamal.

Barang bukti yang akan di kirim ke Laboratorium Makassar milik kedua pelaku sebanyak dua bungkus tembakau sintetis.
“Jadi mengapa kita belum tetapkan keduanya sebagai tersangka. Karena saat ini kita masih uji BB dulu di Makassar,”ujar Kasat, Minggu kemarin.

BB tersebut, kata dia, anggota sudah membawanya ke Makassar dua hari yang lalu.
“Sudah di bawa anggota dua hari yang lalu. Jadi mungkin dalam pekan depan ini, hasilnya sudah turun. Kalau sudah turun baru kita gelar perkara,” jelasnya.

Diketahui, kedua pelaku dengan kondisi mencurigakan disergap membawa dua bungkus ganja sintetis.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Ambon, Saiful Sahri, mengaku, sebelum diamankan pada Selasa 4 Mei kemarin, sekitar pukul 16.30 WIT, Rain dan Dibin alias Jidan ini terlebih dahulu menitipkan makanan kepada seorang narapidana melalui tempat layanan penitipan barang.

Kedua pelaku awalnya menitipkan barang pada pukul 15.00 WIT. Seperti biasanya, saat diperiksa barang yang dititipkan tersebut aman. Tidak ditemukan barang maupun benda terlarang.

Setelah barang diterima dan diperiksa, dua pelaku ini tidak langsung meninggalkan kawasan Lapas. Mereka mondar mandir keluar masuk area Lapas menggunakan sepeda motor. Aksi itu membuat Kasubsi Keamanan, Hendro Suatrean merasa curiga.

Melihat gelagat kedua pelaku tersebut, petugas pada layanan penitipan barang yang mulai dibuka untuk menerima makanan buka puasa bagi warga binaan ini, lalu berkoordinasi dengan regu pengamanan (PAM) Lapas.

“Jadi atas kesigapan dan kejelihan petugas kami, regu PAM melakukan pengejaran. Melibatkan Kasubsi Keamanan, Hendro Suatrian, Kaur Umum, Safah, P2U, Rendy Nakul, dan petugas geledah Rizal Aras,” ungkap Saiful Sahri, Rabu (5/5).

Saat mulai dibuntuti,lanjut dia, para pelaku yang awalnya masih berada di halaman Lapas kemudian keluar dan berhenti di tempat ojek yang berada di samping Lapas Perempuan Ambon.

Tak berselang lama, dua pelaku ini kembali dan berdiri di pojok halaman Lapas Ambon. Mereka selanjutnya keluar lagi menuju tempat ojek tersebut.

Selang beberapa menit, salah satu pelaku balik sendiri dengan motor. Ia bergerak menuju arah lorong perumahan dinas.

“Saat itu petugas dengan cepat berkoordinasi lalu mengejarnya dan berpapasan saat keluar dari lorong perumahan dinas. Pelaku yang menunggu di tempat ojek langsung diamankan petugas Lapas lainnya,” ungkap Saiful.

Dalam penggerebekan itu, mantan Kepala Rutan Piru ini mengaku salah satu pelaku sempat melarikan melarikan diri. Namun dengan kesigapan petugas, ia berhasil dikejar dan digelandang menuju Lapas Ambon.

“Saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa dua bungkus ganja sentetis. Barang ini dibungkus dengan kertas koran dan kertas putih, lalu disimpan di salah satu celana pelaku. Kami juga mengamankan uang tunai puluhan ribu rupiah dengan pecahan dua ribu dan sepuluh ribu,” terangnya.(SAD)

Comment