by

Polisi Lengkapi Berkas Tersangka Mucikari

Ambon, BKA- Penyidik Satreskrim Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease mulai melengkapi berkas perkara tersangka mucikari dengan modus aplikasi Mi-Chat.

Perampungan berkas perkara ini setelah penyidik menetapkan tersangka S.N (24), dalam kasus ini beberapa minggu lalu.

“Jadi penyidik sedang rampungkan berkas perkara ini. Hal ini dilakukan untuk pelimpahan berkas tahap I ke JPU Kejari Ambon,” ungkap Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Ipda Izack Leatemia, kepada koran ini, Minggu kemarin.

Menurutnya, jika tidak ada kendala, dalam waktu dekat, berkas perkara ini akan diserahkan ke JPU. “Kita cuma mau supaya proses penyidikan kasus ini cepat selesai dan di sidangkan di PN,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan koran ini, Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, kembali mengungkap modus kasus prostitusi online melalui aplikasi Mi-Chat.
Dalam pengungkapannya polisi berhasil meringkus S N wanita berusia 24 tahun yang berperan sebagai mucikari.
“SN ini perannya mencarikan pelanggan melalui aplikasi Michat untuk berhubungan seks dengan korban, dan mendapat keuntungan dari situ,”jelas Kasat Reskrim Polresta Ambon, AKP Mido J Manik di Mapolresta Ambon, Rabu (11/11).

Untuk sekali kencan SN mematok harga Rp.400ribu hingga Rp.1 juta dimana SN mendapatkan tarif jasa sebesar Rp. 100-200 ribu.
Kasus tersebut terungkap usai nenek korban yang mengetahui hal tersebut melapor ke polisi . Setelah melakukan pemeriksaan saksi saksi polisi akhirnya meringkus SN di kawasan jalan Cendrawasi kecamatan Sirimau kota Ambon pada 16 Oktober lalu.
“Yang bersangkutn sudah ditangkap dan ditetapkan tersangka dengan barang bukti berupa satu buah HP merek vivo milik tersangka,” jelasnya.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka kini harus meringkuk di jeruji besi Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease.
“Kita sangkakan tersangka dengan Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang RI No. 21 Tahun 2007 dan atau Pasal 88 Jo Pasal 76i UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perdagangan orang dan atau perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,”tandasnya. (SAD)

Comment