by

Polisi Masih Lemah Berantas Peredaran Narkoba

Ambon, BKA- Berangkat dari sejumlah fakta persidangan kasus narkotika jenis sabu-sabu dan ganja, yang disidangkan di Pengadilan Negeri Ambon, bisa disimpulkan pihak Kepolisian di Maluku masih lemah dalam memberantas tindak pidana peredaran narkotika.

Humas Pengadilan Negeri Ambon, Lucky R. Kalalo ,mengatakan, sejauh ini, yang dilakukan pihak kepolisian ketika menangkap para pelaku narkoba. Polisi tidak tuntas mengejar semua para pelaku untuk dijebloskan ke sel tahanan. Sebab, terkadang ada beberapa pelaku, polisi hanya mampu menangkap pemakainnya saja, namun pemilik narkoba itu tidak ditangkap.
“Sering kita jumpai seperti itu. Kadang para pelaku pakai bersama-sama, tapi yang ditangkap hanya pemakainya, padahal ada Bandar sendiri yang belum ditangkap,” ungkap Lucky kepada koran ini,Minggu (17/1).

Kata dia, kasus-kasus narkoba sepanjang tahun 2020 tercatat kasus terbanyak dari tindak kriminal lain. Hal ini terjadi karena kepolisian sendiri tidak mampu menangkap para Bandar-bandar narkoba tersebut.
“Jika memang bandarnya sudah ditangkap, maka saya bisa yakin narkoba di Maluku dan Kota Ambon ini bisa hilang, tapi kalau polisi tidak mampu tangkap bandarnya, jangan harap kalau kasus narkoba tuntas diberantas pihak kepolisian,” bebernya.

Juru bicara ketua pengadilan negeri Ambon ini melanjutkan, pihak kepolisian jangan hanya menangkap orang-orang yang memakai narkoba saja, namun harusnya pihak penjual juga ditangkap, sehingga ada keadilan pihak negak hukum dalam memberantas peredaran narkoba di Maluku.
“Hal ini dilakukan demi keadilan di masyarakat, jangan sampai masyarakat menilai ada tebang pilih dalam memberantas narkoba,” jelasnya.

Dia menambahkan, selama ini, majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon memutuskan perkara narkoba, dilihat berdasarkan peran-peran daripada pelaku atau terdakwa itu sendiri.
“Jika memang dalam persidangan, faktanya dia punya narkoba mau diperjual belikan, maka otomatis hukumannya berat. Selain dari pelaku yang pemakai. Jadi ini kita lihat dari niat atau perannya baru kita putusakan,” pungkasnya.(SAD)

Comment