by

Polisi Mulai Lidik Laporan ASN Lesbian

Ambon, BKA- Penyidik Polsek Sirimau dibawa komando AKP Mustafa Kamal mulai melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan fitnah, yang dilaporkan korban SP terhadap pelaku AS yang merupakan salah satu ASN Badan Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) Ambon.

Sumber penyidik di Markas Polsek Sirimau kepada Beritakota Ambon, mengungkapkan, penyidikan kasus atas laporan pelapor SP mulai dilakukan penyelidikan (Lidik).

“Bagi saya, dalam penyelidikan awal, kita butuh alat bukti yang cukup untuk mengusut kasus ini secara terang benderang, sehingga apa yang menjadi laporan dalam perkara ini bisa diketahui,” jelas sumber itu menolak namanya di korankan, Senin (3/8) kemarin.

Kata sumber itu, pemeriksaan saksi-saksi dari kasus ini sebenarnya sudah berjalan hari ini (Senin,red-). Tapi karena kendala tim penyidik, sehingga pemeriksaan saksi akan digelar hari ini, Selasa, 4 Agustus 2020.

“Sebenarnya kita mau periksa saksi tadi (kemarin-red) , tapi karena berhalangan, makanya besok (hari ini) baru kita mulai periksa saksi-saksi,” tandas sumber itu.

Terpisah, Kapolsek Sirimau, AKP Mustafa Kamal, yang dikonfirmasi, belum mengetahui informasi tersebut. Lantas, baru saja menjabat sebagai Kapolsek Sirimau.

Akan tetapi, lanjutnya, jika memang sedang ditangani Polsek Sirimau, maka tentu penyidik akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu untuk menentukan status kasus tersebut, apakah ada indikasi tindak pidana ataukah tidak ada.

“Saya baru menjabat, jadi belum mendapat laporan terkait kasus ini. Tapi kalau memang informasi seperti itu dari penyidik, maka sudah tentu benar. Dan pastinya kita melakukan penyelidikan lebih dalam, minimal mencari dua alat bukti yang cukup, supaya menentukan arah penyidikan kasus ini seperti apa,” tandas Kapolsek.

Sebelumnya diberitakan, AS merupakan salah satu ASN Balai POM Ambon menunjukan sikap dan tindakan yang diduga telah menyerang nama baik korban SP.

Karena tak terima, SP memilih jalur hukum dengan melaporkan tindakan AS ke Polsek Sirimau, Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Korban SP yang adalah ASN di Balai Pelestarian Sejarah Maluku melalui kuasa hukumnya, Rony Samloy, mengatakan, tindakan yang dilakukan AS dianggap tidak baik dan menyerang pribadi SP, karena pelaku AS menyebut korban SP adalah “ASN Lesbian”.

“Tentu hal ini tidak diterima korban, makanya dari pernyataan itulah kita sudah melaporkan hal ini ke Polsek Sirimau untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” tandas Samloy kepada Beritakota Ambon di pelataran Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (15/7) lalu.(SAD).

Comment