by

Polisi Musnahkan 25 Bak Rendaman Emas Ilegal

BURU-BKA, Sebanyak 25 unit bak pengolahan emas ilegal dengan sistim perendaman berbahan kimia berbahaya di kawasan Gunung Botak, berhasil dimusnahkan Polres Pulau Buru di alur Sungai Wamsait, Desa Persiapan Wamsait, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, Selasa (3/8).

Puluhan bak rendaman emas milik orang tak dikenal atau Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) itu, ditemukan setelah dilakukan penyisiran oleh puluhan personil Polsek Waeapo, yang dipimpin Kapolsek Waeapo, Ipda Zainal di lokasi Sungai Wamsait, tepatnya di jalur A dan B.

Baca juga: Dua Tahun, Tiang Listrik di Bursel Tak Difungsikan

Paur Humas Polres Pulau Buru, Aipda MYS Djamaluddin menjelaskan, dalam penyisiran aktivitas PETI Gunung Botak yang menjadi sasaran yakni pemusnahan rendaman. Pemusnahan ini dengan cara dibakar dan pengerusakan barang-barang milik penambang ilegal.

“Hari ini Polsek Waeapo melakukan penyisiran sejak pukul 10.00 sampai 14.30 WIT. Dan ditemukan bekas aktivitas pertambangan emas yang menggunakan metode rendaman,” tutur Djamaluddin.

Dikatakan, saat ditemukan para pelaku PETI tidak sedang melakukan aktifitas penambangan. Dan para pemilik puluhan rendaman itu telah meninggalkan lokasi tambang. Puluhan bak rendaman emas ini diduga menggunakan bahan kimia berbahaya (B3) seperti sianida dan merkuri. Dan ketika ditemukan langsung dimusnahkan dengan cara dibakar.

“Kami telah lakukan pemusnahan terhadap barang yang digunakan untuk aktifitas pertambangan. Dengan metode rendaman milik para penambang sebanyak 25 bak rendaman,” sebutnya.

Pihaknya, kata dia, juga telah memberikan himbauan kepada masyarakat yang mendiami sekitar kawasan tersebut agar tidak memasuki area pertambangan.

“Dalam giat itu kami telah menghimbau terhadap masyarakat yang tinggal dekat dengan tambang emas Gunung Botak. Agar tidak melakukan aktifitas penambangan atau memasuki areal tambang emas Gunung Botak,” ungkapnya.

Baca juga: Penerima Bansos di Hunuth Capai 700 KK

Tak hanya itu, lanjut dia, perlu dilakukan patroli secara rutin dilokasi tambang emas untuk mengantisipasi adanya penambang yang kembali melakukan aktifitas. (MSR)

Comment