by

Polisi Periksa Saksi Soal Laporan ASN Lesbian

Ambon, BKA- Tim Penyidik Unit Reskrim Polsek Sirimau, mulai mengagendakan pemeriksaan saksi terhadap laporan kasus pencemaran nama baik yang diduga dilakukan terlapor AS salah satu ASN Badan Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) Ambon.

Melalui Kuasa Hukum Korban, Rony Samloy kepada koran ini mengatakan, sesuai pengakuan penyidik, laporan yang dimasukan terkait pencemaran nama baik yang dilakukan pelaku AS kepada korban SP, sudah masuk dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi. “Penyidik bilang laporan ini sudah mulia pemeriksaan saksi-saksi,” jelas Samloy, Jumat kemarin.

Kata dia, sebagai Kuasa hukum, dirinya patut mengapresiasi langkah personel Polsek Sirimau yang sudah bergerak cepat melakukan penyelidikan terhadap kasus ini.

“Prinsipnya kita sangat mengapresiasi langkah kepolisian Polsek Sirimau yang sudah melakukan penyelidikan terhadap kasus ini,” tandasnya.

Sebelumnya, Kapolsek Sirimau,AKP Mustafa Kamal yang dikonfirmasi belum mengetahui informasi tersebut, pasalnya baru saja menjabat sebagai Kapolsek Sirimau. Akan tetapi, jika memang sedang ditangani Polsek Sirimau, maka tentu penyidik akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu untuk menentukan status kasus tersebut, apakah ada indikasi tindak pidana ataukah tidak ada.

“Saya baru menjabat jadi belum mendapat laporan terkait kasus ini, tapi kalau memang informasi seperti itu dari penyidik, maka sudah tentu benar. dan pastinya kita melakukan penyelidikan lebih dalam, minimal mencari dua alat bukti yang cukup supaya menentukan arah penyidikan kasus ini seperti apa,” tandas Kapolsek.

Sebelumnya diberitakan, AS salah satu ASN Balai POM Ambon menunjukan sikap dan tindakan yang diduga telah menyerang nama baik korban SP.
Karena tak terima, SP memilih jalur hukum dengan melaporkan tindakan AS ke Polsek Sirimau, Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. Korban SP yang adalah ASN di Balai Pelestarian Sejarah Maluku melalui kuasa hukumnya Rony Samloy mengatakan, tindakan yang dilakukan AS dianggap tidak baik dan menyerang pribadi SP, karena pelaku AS menyebut korban SP adalah “ASN Lesbian”.

“Tentu hal ini tidak diterima korban, makanya dari pernyataan itulah kita sudah melaporkan hal ini ke Polsek Sirimau untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Samloy kepada Beritakota Ambon di pelataran Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (15/7) petang.

Menurut dia, pelaku AS dilaporkan atas kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah terhadap orang lain,dan dilaporkan pada Selasa 14 Juli 2020 lalu.

“Katanya dia (AS) bilang klien beta (saya) ASN Lesbian, tentunya ini adalah sebuah perkataaan yang merusak nama baik orang atau klien beta (saya), sehingga kita tempuh jalur hukum,biar kita selesaikan di meja hijau saja,” jelasnya. (SAD).

Comment