by

Polisi Rampung Berkas Ayah Bejat

Ambon, BKA- Penyidik Satreskrim Polres Seram Bagian Barat (SBB), mulai merampungkan berkas perkara tersangka L.A.R, alias Bapa Kukung, ayah bejat yang melakukan persetubuhan terhadap anak tirinya.
Berkas pemuda desa Waesala, Kecamatan Huamual Belakang ini dirampungkan penyidik, untuk kepentingan pelimpahan berkas ke JPU dalam rangka tahap I.
“Ini kita rampung untuk dilimpah ke JPU untuk diteliti kepentingan tahap I,” ungkap Kasat Reskrim Polres SBB, AKP Pieter F. Matahelumual ketika di hubungi koran ini, Rabu (27/1).

Menurutnya, dalam perampungan berkas perkara tersebut, tidak menutup kemungkinan, penyidik akan memeriksa saksi-saksi tambahan. Jika nanti bukti-bukti dalam berita acara pemeriksaan belum lengkap.
“Bisa saja peluang penyidik periksa saksi lain, maupun saksi tambahan. Hal ini jika keterangan atau bukti-bukti yang dikantongi penyidik masih kurang,” pungkasnya.
Sebelumnya, tersangka L.A.R alias Bapa Kukung, pemuda Desa Waesala, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), tega meniduri anak tirinya yang masih dibawah umur.

Akibatnya, ayah bejat tersebut diseret ke pihak kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia juga sudah ditetapkan sebagai tersangka, dengan melanggar pasal 81 ayat (1) jo pasal 76D dan ayat (2) Undang – Undang nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan perpu nomor 01 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang – Undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang – Undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang – Undang, Jo Pasal 64 ayat 1 KUHPidana.

Kasat Reskrim Polres SBB, AKP Pieter F. Matahelumual mengatakan, penyidikan terhadap laporan ayah bejat 39 tahun,warga asli Buton ini, berdasarkan tindak lanjut dari Laporan Polisi Nomor : LP – B / 03 / I / Maluku / Res SBB, tanggal 6 Januari 2021. kasus ini, terjadi beberapakali ditempat kejadian berbeda-beda, yakni,pertama di Walang Sopi ( minuman keras ), rumah tersangka dan Kebun Pala yang berada di Dusun Taman Sejarah, Desa Waesala.
“ Peristiwa ini terjadi sejak bulan Juni 2018 sampai Desember 2020, yang dilakukan secara berulang-kali,” ungkap Matahelumual, Senin (25/1).

Mantan Kapolsek Nusaniwe, Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease ini mengaku, kasus ini, awalnya, terjadi pada Juni 2018. Saat itu, korban ke tempat Walang masak Sopi milik tersangka,tak tahu mengapa, korban dipaksa menjadi pelampiaskan napsu birahi tersangka. Setelah itu, tersangka kerap memberikan uang kepada korban sebagai modus agar tidak memberitahukan hal tersebut. Tersangka juga memberikan uang kepada korban dengan jumlah bervariasi, berkisar dari Rp. 2 ribu, Rp.20 ribu, Rp.50 dan 500 ribu. “Tak hanya itu, tersangka juga sering membelikan pakaian kepada korban, dan juga sering mengancam korban pada saat menyetubuhi korban, dengan berkata, kalau korban memberitahukan hal itu, ia menyebarkan foto dan video porno korban ke media sosial,” bebernya.

Aksi tak senonoh tersangka, lanjut Matahelumual, berlanjut sampai Desember 2020 di tempat berbeda-beda.
“Kasus ini diketahui kakak korban saat membuka messenger HP milik korban, karena tak terima, kakak korban kemudian melaporkan hal ini ke ibu korban. Ibu korban mendengarkan peristiwa itu naik pitam, kemudian melaporkan ke pihak Kepolisian untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,”tukasnya.(SAD)

Comment