by

Polisi Rampungkan Berkas Dua Ayah Bejat

Ambon, BKA- Berkas dua ayah bejat yang melakukan persetubuhan terhadap anak kandungnya sendiri yakni EN alias Bapa Erik dan AT alias Sony (36), saat ini dirampungkan penyidik Satreskrim Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease.

Kasubag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Ipda Izack Leatemia kepada koran ini mengatakan, untuk berkas kedua ayah bejat, penyidik sedang melakukan perampungan berkas untuk dilakukan pelimpahan berkas tahap I ke JPU.
“Penyidik sedang rampungkan berkas perkara dari kedua tersangka ini, berkas ini dilakukan demi mempercepat pelimpahannya ke JPU Kejari Ambon untuk diteliti,” ungkap Leatemia kepada koran ini, Jumat kemarin.

Kata dia, jika dalam perampungan berkas, ditemukan masih ada kekurangan bukti, penyidik pastinya mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi tambahan.
“Jika masih ada kurang bukti di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) penyidik pastinya periksa saksi-saksi tambahan. Biasanya seperti itu sebelum dilimpah ke JPU,” pungkasnya.

Sebelumnya, Tim penyidik Satreskrim Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease menangkap dua ayah bejat yang melakukan persetubuhan terhadap anak kandungnya di dua tempat berbeda yakni di kawasan Kopertis, Kecamatan Sirimau dan Negeri Lama, Kecamatan Baguala.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Kombes Pol. Leo Surya Nugraha Simatupang mengatakan, dua pria bejat yang diamankan inisial AT alias Sony (36), tersangka bermukim di Kawasan Kopertis. Dia melakukan persetubuhan terhadap anak kandungnya yang dibawah umur berusia 15 tahun.

Kemudian tersangka EN alias Bapa Erik. Dia melakukan persetubuhan terhadap anak kandungnnya yang berusia 15 tahun tepatnya di Negeri Lama, Kecamatan Baguala.
“Kasus ini terjadi awalnya akhir Desember 2020 dan bulan Januari 2021,” jelas Kapolresta, Selasa (12/1).

Mantan Kapolres Buru ini mengatakan, modus yang dilakukan pelaku yakni lantaran dipengaruhi minuman keras dan merasa napsu terhadap anaknya sendiri. “Pelaku satunya karena sudah dipengaruhi minuman keras, pelaku satu lagi karena napsu terhadap anaknya sendiri sehingga masuk ke kamar anaknya melakukan persetubuhan,” bebernya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka disangkakan dengan pasal 81 ayat 1 UU RI Nomor 17 tahun 2016 dan UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.(SAD)

Comment