by

Polisi Rampungkan Berkas Tersangka Pencurian

Ambon, BKA- Setelah menjerat tersangka pencurian dan kekerasan, penyidik Sat Reskrim Polres SBB kini mulai merampungkan berkas perkara Ode Yudin alias Yudin alias Yudy Waly alias Yudi, terdangka pencurian di Dusun Ulusadar, Desa Waesala, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten SBB.

“Saat ini, kita fokus perampungan berkas dulu,”ungkap Kasat Reskrim Polres SBB, AKP Pieter Matahelumual kepada Koran ini, Minggu kemarin.

Kata dia, dalam perampungan berkas yang dilakukan, penyidik tidak menutup kemungkinan melakukan pemeriksaan saksi-saksi tambahan lagi.
“Rencananya kita akan periksa saksi-saksi tambahan lagi. Tapi itu tergantung penyidik juga, apakah perlu atau tidak,” imbuhnya.

Matahelumual melanjutkan, jika dalam waktu dekat, berkas perkara tersangka sudah selesai dirampungkan, maka akan di kirim ke Jaksa penuntut umum untuk kepentingan proses tahap I.
“Jadi ikuti saja, semua pentahapan akan kita sampaikan ke publik,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, setelah melalui serangkaian penyidikan, Polres Seram Bagian Barat (SBB), akhirnya menetapkan, Ode Yudin alias Yudin alias Yudy Waly alias Yudi , sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pencuarian dengan kekerasan terhadap korban Aldo Bairatnissa, warga Dusun Ulusadar, Desa Waesala, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten SBB.

Kasat Reskrim Polres SBB, AKP Pieter Matahelumual mengatakan, kasus pencurian dan kekerasan ini dilaporkan ke Mapolres SBB, dengan Laporan Polisi Nomor : LP-B/06/II/2018/Maluku/Res SBB/Sek Waesala, tanggal 23 Februari 2018. Kemudian,Surat Perintah Penyidikan Nomor :SP-Sidik/14/II/2021/Reskrim, diteken pada 15 Februari 2021.

Awalnya,kata dia, kejadian tersebut pada Kamis 22 Februari 2018 sekitar pukul 21.30 wit tepatnya di rumah (toko) milik korban Aldo Bairatnissa. Saat itu, istri korban Yolanda Wattimena tengah melayani salah seorang pembeli, setelah pembeli tersebut keluar, tersangka Yudi Waly masuk ke dalam toko dan berdiri di hadapan istri korban dan membeli minuman dan rokok.
“Pada saat itu juga, istri korban sedang melihat dua orang warga masuk ke dalam rumah yang mana rumah dan toko milik korban hanya terpisah dengan dinding rumah dan di dalam rumah korban juga menggelar barang jualan berupa Handphone sehingga istri korban berfikir mereka akan membeli handphone karena saat itu korban dan anaknya juga berada di dalam rumah. Setelah istri korban menyerahkan pesanan kepada tersangka, tiba-tiba tersangka langsung menodongkan senjata tajam berupa pisau ke arah istri korban dan berkata ”jangan bergerak”,” jelas Matahelumual.

Mantan Kapolsek Nusaniwe, Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease ini melanjutkan, setelah itu, pelaku yang lain menutup pintu toko dan mengeluarkan benda berupa pistol dan langsung mengokangnya. kemudian tersangka menyuruh istri korban menuju ke rak jualan setelah itu istri korban menuju meja kasir selanjutnya tersangka mengambil handphone milik korban dan istrinya serta membuka laci dan mengambil uang di dalamnya setelah itu tersangka dan temannya menyuruh istri korban masuk ke dalam kamar namun saat sampai di bawah tangga kedua tangan istri korban diikat salah seorang pelaku dan setelah itu istri korban di dorong ke dalam kamar.

“Saat itu Aldo Bairatnissa dan anaknya juga sudah berada di dalam kamar dengan kondisi sudah terikat pada tangan dan kaki selanjutnya yang dilakukan rekan tersangka. Para pelaku membongkar lemari pakaian yang di dalamnya. Disitu terdapat kotak perhiasan milik istri korban dan para pelaku mengambilnya lalu melarikan diri,”bebernya.

Meskipun tersangka kabur, lanjut dia, namun istri korban sudah melihat tersangka dengan jelas ketika dia masuk ke kios untuk belanja.
“Dari kejadian tersebut, korban mengalami kerugian berupa uang tunai sebesar Rp 6.000.000,- (enam juta rupiah), 1 buah cincin emas 3,2 gram, 3 buah kalung emas dengan total berat 15,9 gram, 2 buah leptop, 1 unit Handphone Nokia 105 warna putih, 1 unit Handphone Nokia 130 Hitam, 1 Unit Handphone OPPO F5 warna Gould Samsung Galaxi Grand Primer Warna perak silver, 6 slop rokok gudang garan Surya 16,” rincinya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 365 ayat (1) dan (2) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.
“Dari kerugian yang dialami korban jika di kalkulasi, berjumlah Rp.40 juta lebih,” tandasnya.(SAD)

Comment