by

Polisi Ringkus Enam Pelaku Pembuat Surat Rapid Test Palsu

Ditreskrimum berhasil mengungkap dan mengamankan 6 orang yang diduga pelaku penerbitan surat keterangan Rapid dan Genose palsu, tanpa melakukan tes terlebih dahulu.

Keenam pelaku yang diamankan, yakni, R (49) dan H (34), yang merupakan pegawai di salah satu travel di Kota Ambon. Kemudian, H (40) Oknum ASN disalah satu Puskesmas di Kota Ambon. S (40) Pegawai Rental Komputer, R (26) Pegawai Angkasa Pura, serta N (38) pegawai bandara.

Direktur Kriminal Umum Polda Maluku, Kombes Pol. Sih Harno, yang didampingi Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol.Roem Ohoirat, dalam keterangan persnya di Mapolda Maluku, Jumat (28/5), menjelaskan, kasus dugaan pemalsuan surat keterangan Rapid dan Genose itu terungkap, setelah Polisi melakukan penyelidikan berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat.

Setelah mendapatkan informasi dan menemukan adanya indikasi praktik tersebut, Polisi selanjutnya bergerak dan mengamankan R (49) dan H (34) di jalan AY Patty, tepatnya di PT Leparissa Caut beserta sejumlah barang bukti, Kamis (28/5).

Dari penangkapan kedua pegawai travel itu, Polisi kemudian melakukan pengembangan secara cepat. Kemudian berhasil menangkap 4 pelaku lain di lokasi berbeda.

“Penangkapan dilakukan berdasarkan informasi masyarakat. Setelah dilakukan penyelidkan, anggota kemudian bergerak dan mengamankan dua orang di kawasan A Y Patty. Dari hasil pengembangan, ada keterlibatan pelalu lain. Sehingga anggota bergerak dan mengamankan 4 pelaku lain di lokasi berbeda,” jelas Dirkrimum.

Praktik pemalsuan Surat Rapid dan Genose diakui para pelaku, yang sudah dilakukan sejak bulan April lalu. Modusnya, pelaku R dan H yang merupakan pegawai travel menawarkan Surat Rapid dan Genose, tanpa melakukan tes kepada masyarakat yang memesan tiket di travel tempat mereka kerja, dengan biaya Rp 200 ribu untuk surat keterangan antigen dan Rp 50 ribu untuk Genose.

“Kalau ada masyarakat yang pesan dan menyangkut antigen, kedua pelaku ini kemudian menghubungi H perawat di salah satu Puskesmas di Kota Ambon. H ini kembali menghubungi S pegawai rental komputer, untuk mencetak surat keterangan rapid antigen. Setelah cetak, pegawai travel mengambilnya dan langsung menyerahkan ke pemesanan tiket. Begitupun juga yang Genose. Kalau ada masyarakat yang minat, pegawai travel menghubungi orang yang bernama U. Kemudian U menghubungi pegawai Angkasa Pura berinisial R, selanjutnya R kembali menghubungi N orang yang akan mencetak surat keterangan Genose,” ungkapnya.

Dari tangan para pelaku, Polisi berhasil menyita barang bukti berupa uang tunai Rp 14.750.000, tiga unit laptop, satu unit komputer, satu unit printer, 6 handphone, satu cap stempel, enam lembar hasil tes, empat genose dan dua rapid.

Keenam pelaku ini sudah ditetapkan sebagai terangka. Mereka terancam 6 tahun penjara, karen melanggar Pasal 263 ayat (1) KUHP tentang membuat surat palsu. (SAD).

Comment