by

Polisi Ungkap Alasan Tak Libatkan FPI dalam Rekonstruksi

Penyidik Bareskrim Polri menganggap pihak Front Pembela Islam (FPI) tidak punya kapasitas menjelaskan insiden bentrok antara polisi dengan anggota Laskar Pembela Islam (LPI) di jalan tol Jakarta-Cikampek.
Karena itu pula Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Andi Rian menilai kehadiran FPI tak diperlukan dalam rekonstruksi kasus. Pernyataan ini disampaikan Andi untuk menjelaskan alasan polisi tidak mengundang FPI.
“Apa tujuannya ngundang FPI, memangnya dia tahu? Kalau dia tahu kejadian, biar kami panggil jadi saksi,” tutur Andi saat dihubungi wartawan, Senin (14/12).
Namun demikian, lanjut Andi, penyidikan sejauh ini masih berjalan. Sehingga, bukan tidak mungkin kepolisian bakal memanggil pihak-pihak FPI untuk dimintai keterangan.
“Kalau mereka tahu terkait peristiwa ini, silakan ditunggu biar kami periksa jadi saksi,” ucap dia lagi.
Insiden bentrok di jalan tol Jakarta-Cikampek pada Senin (7/12) dini hari lalu berujung pada tewasnya enam laskar FPI. Keenam orang itu meninggal diduga akibat timah panas aparat di tengah tugas mengawal pentolan FPI Rizieq Shihab.
Polisi lantas menggelar rekonstruksi kasus penembakan laskar FPI pada Senin (14/12) hari ini. Rekonstruksi yang digelar tanpa ada pihak FPI itu memperagakan 58 adegan.
Merespons gelar perkara penyidik di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di sekitar Karawang, Ketua Bantuan Hukum FPI Sugito Atmo Pawiro mendesak pembentukan tim independen saja untuk pengusutan kasus ini.
“Silakan kepolisian melakukan rekonstruksi internal, tapi kami dari FPI menuntut supaya diberikan hak ada rekonstruksi ulang yang nantinya dari tim pencari fakta independen,” ungkap dia kepada CNNIndonesia.com, Senin (14/12).
Sugito mempertanyakan klaim polisi yang mengaku telah menemukan dua pucuk senjata api dan senjata tajam lain di mobil anggota laskar dalam insiden tersebut.
Keberadaan tim pencari fakta independen, menurut Sugito, kelak bakal menjawab pelbagai pertanyaan dalam insiden ini. Salah satunya, soal kepemilikan senjata, apakah milik anggota laskar atau sekadar klaim polisi.
Kata Sugito, tim independen juga sekaligus akan mengklarifikasi bahwa senpi tersebut jenis rakitan atau resmi.
Dia juga meminta bukti yang ditunjukkan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Fadil Imran sesaat setelah kejadian. Bukti ini menurutnya harus bisa dipastikan dan tidak berubah.
Sebelumnya, Polisi telah menggelar rekonstruksi insiden bentrok yang menewaskan enam anggota laskar saat mengawal Imam Besar FPI, Rizieq Shihab pada Senin (7/12) pekan lalu.
Rekonstruksi salah satunya memperagakan bahwa polisi akhirnya menembak mati empat anggota laskar yang diduga melakukan perlawanan.
(INT)

Comment