by

Polisi Usut Kasus Perzinahan Anggota KPU Malra

Ambon, BKA- Salah satu anggota KPU Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) inisial AR, bakal terseret hukum. Dia diduga melakukan perzinahan dengan EM, pegawai Kementrian Agama Kabupaten Malra.

Tidak lama lagi, akan dilakukan gelar penetapan tersangka oleh penyidik Satreskrim Polres Tual terhadap kasus itu.

Kasat Reskrim Polres Tual, Iptu H. Siompo, yang dikonfirmasi, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, dari laporan kasus perzinahan ini, penyidik Satreskrim Polres Tual telah memeriksa delapan saksi terkait. Termasuk terlapor, yang merupakan anggota KPU Malra tersebut.

“Pelapornya ini suami EM, Inisial JR. JR melaporkan istrinya melakukan perzinahan dengan anggota KPU Malra, karena waktu itu, dia menerima informasi dari keluarganya kalau istrinya sedang bermesra dengan AR di dalam kediamannya pada 19 September 2020 lalu di Desa Fiditan, Kecamatan Dula Utara, Kota Tual,” ungkap Siompo, ketika dihubungi melalui selulernya, Rabu (31/3).

Lanjutnya, saat pelapor mendengar informasi kalau EM bersama AR di rumahnya, dia kemudian bergegas pulang ke rumah. Dia membuka pintu rumah dan mencari jejak AR, apakah benar di dalam rumahnya.

“JR saat itu mengunci semua pintu-pintu rumah. Tidak lama kemudian, AR yang sedang bersembunyi keluar melalui pintu jendela rumah. Anggota KPU itu tidak sadar, kalau aksinya itu sedang dipantau keluarga pelapor di luar rumah. Keluarganya kemudian datang membuntuti AR, lalu menganiaya yang bersangkutan,” jelasnya.

Dari penganiayaan itu, kata Kasat, AR tidak terima dan melakukan laporan pidana terkait penganiayaan bersama di Polres Tual. Sedangkan untuk korban JR atau pelapor, melapor terkait perzinahan yang dilakukan istrinya bersama AR.

“Dalam proses pengusutan, belakangan, JR kemudian menarik kembali laporannya di Polres Tual, karena sudah berdamai dengan istrinya. Namun untuk laporan pidana penganiyaan, anggota KPU itu terus melanjutkan sampai proses P21. Nah, karena tidak terima, dia kemudian meminta penyidik agar kembali memproses kasus perzinahan yang dilakukan AR itu di Unit PPA Polres Tual,” ungkap Siompo.

Kejadian perzinahan tersebut terjadi pada 19 September 2020. Kasus ini pun sudah tidak lama lagi, penyidik akan menggelar perkara menetapkan tersangka, karena sudah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan.

“Semuanya akan kita gelar dulu. Tapi masih kurang satu saksi lagi, yakni saksi dari istrinya terlapor AR. Karena saksi masih di Ambon, sehingga penyidik akan berangkat ke Ambon untuk melakukan pemeriksaan di sana. Setelah selesai pemeriksaan saksi, baru melakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka,” imbuhnya.

Ditanyakan soal informasi masyarakat yang melakukan demo di depan kantor KPU Malra terkait kasus tersebut, tambah dia, demo tersebut kaitanya dengan kasus perzinahan yang dilakukan AR.

“Demo tadi di kantor KPU itu karena masalah perzinahan itu. Pendemo meminta agar KPU menindaklanjuti laporan yang sedang bergulir di Polres Tual dengan terlapor AR itu,” tandasnya.(SAD).

Comment