by

Polres Aru dan BPBD Rakor Antisipasi Bencana

Gandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Aru, Polres Kepulauan Aru melakukan rapat koordinasi (rakor) terkait kesiapan apel siaga penanggulangan bencana di daerah berjuluk Jargaria/Sarkwarisa itu.

Rakor tersebut berlangsung pukul 10.00 WIT di ruang rapat Polres Kepulauan Aru, Senin (24/5). Tampak hadir Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Sugeng Kundarwanto beserta jajarannya dengan Kepala Pelaksanaan BPBD Kabupaten Kepulauan Aru, Hendrik Ngutra, Korpos Unit Siaga SAR Aru, Renhard Loppies beserta anggota Unit Siaga SAR Aru.

Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Sugeng Kundarwanto saat memimpin rapat tersebut mengungkapkan, tujuan rakor tersebut untuk menyikapi bencana alam maupun non alam, yang sewaktu waktu dapat terjadi di Kepulauan Aru.

Sebab belakangan ini, kondisi cuaca tidak menentu. Sehingga perlu adanya sinergitas antara instansi terkait, dalam menyikapi berbagai persoalan.

“Saya perlu sampaikan bahwa apa yang kita buat hari ini (kemarin) sangat penting, dan perlu ada sinergitas atara instransi terkait dan semua pihak. Untuk antisipasi terjadi bencana alam dan non alam atau kejadian-kejadian lain di masyarakat di daerah ini,” ucapnya

Dijelaskan, untuk menyikapi potensi bencana alam yang sering terjadi seperti kecelakaan laut, angin puting beliung, banjir, gempa bumi, kebakaran hutan maka sangat dibutuhkan kekompakan semua pihak. Sehingga dapat memanilisir terjadinya bencana-bencana alam dimaksud.

“Ya, paling tidak kita mengurangi lah, agar tidak terjadi bencana-bencana alam tersebut. Jadi kekompakan dan kerjasama dari kita sangat penting,” pintanya
Sesuai pengamatan, lanjutnya, selama ini dampak bencana alam yang sering di alami masyarakat adalah kecelakaan laut dan banjir. Intensitas hujan yang tinggi disertai angin kencang di Kepulauan Aru akhir-akhir ini, sangat berdampak bagi aktivitas masyarakat, khususnya masyarakat yang hendak melakukan perjalanan laut.
“Ini riskan memang. Jadi kita harus tanggap. Dan diharapkan rakor ini bisa membawa dampak baik untuk masyarakat kita,” harapnya.

Kata dia, di Kabupaten Kepulauan Aru, khususnya kota Dobo saat turun hujan sering terjadi genangan air secara besar-besaran pada permukiman warga. Karena tersumbatnya saluran air akibat tumpukan sampah. Sehingga sangat berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat.

“Jadi kita sangat harapkan peran aktif dari Dinas Kebersihan Kabupaten Kepulauan Aru, harus aktif dalam membersikan tumpukan sampah di Kota Dobo. Khususnya selokan air (drainase), agar tidak terjadi banjir di permukiman warga,” tandasnya

Sugeng juga berpesan, pemasangan alat-alat penunjang menghadapi bencana alam dan non alam harus disiapkan sejak dini, seperti alarm atau serine. Pemasangan alat-alat ini harus di pasang pada tempat-tempat tinggi (tower). Tujuannya adalah untuk menghimbau kepada masyarakat akan adanya bahaya bencana yang akan terjadi.

“Saya mau pesan, alat-alat tanggap bencana ini sangat penting. Jadi dipasang di tower-tower. Supaya ada bencana langsung dihimbau kepada masyarakat untuk siaga. Dan ini penting untuk disikapi ya,” tukarnya.
Sikapi paparan Kapolres, Kepala Pelaksanaan BPBD Kabupaten Kepulauan Aru, Hendrik Ngutra mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih atas masukan dan usulan yang disampaikan Kapolres Aru. Karena tujuannya baik untuk kemasalahatan masyarakat di Kepulauan Aru. SEhingga dari hasil rakor tersebut akan disampaikan kepada Bupati Aru, Johan Gonga untuk ditindak lanjuti.

“Saya berterima kasih atas usulan dan masukan pak Kapolres. Dan akan saya laporkan ke pak Bupati untuk ditindaklanjut, sesuai pandangan pak Bupati,” sebutnya.

Ia menambahkan, setelah mendapat persetujuan dari bupati terkait hasil rakor kemarin, pihaknya akan secepatnya menyusun rencana kegiatan dengan melibatkan instansi terkait.
“Kalau sudah ada persetujuan dari pak bupati, saya akan segera menyusun rencana kegiatan dan akan melibatkan instansi terkait. Guna menyikapi hal-hal yang dibicarakan dalam rakor ini. Karena manfaatnya untuk masyarakat di daerah yang kita cintai ini,” tutupnya. (WAL)

Comment