by

Polres Buru “Kejar” Pelaku Pembunuh Esias Nurlatu

Ambon, BKA- Polres Pulau Buru, saat ini sementara mengejar pelaku pembunuh Korban Esias Nurlatu, warga Desa Watimpuli, Kecamatan Lolongguba, Kabupaten Buru, yang ditemukan tewas, Sabtu 24 April 2021 lalu, di Gunung Kadianlahing, Palau Buru.

Kepastian pengejaran pelaku oleh personel Kepolisian ini setelah mendapat laporan warga pada Minggu (25/4).

Paur Humas Polres Pulau Buru, Aipda Djamaluddin yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

Hanya saja, motif dari aksi pembunuhan sadis ini masih dalam penyelidikan akan tetapi diduga aksi balas dendam.

Dia mengaku, saat ini polisi masih mendalami dan memeriksa sejumlah saksi.
Aksi pembunuhan ini terjadi Sabtu sore akan tetapi, polisi baru mengetahuinya setelah dilaporkan oleh Kepala Soa Watimpuli, Sinus Nurlatu.

Setelah mendapat laporan, polisi kemudian turun ke TKP melakukan olah TKP sekaligus evakuasi korban ke RS.

Sejumlah saksi yang pertama kali mengetahui insiden pembunuhan itu, masing-masing MN, MNH dan MLN, pun sudah diamankan Pihak Kepolisian.

“Selain saksi-saksi, polisi juga sudah mengamankan barang bukti antara lain dua buah mata tombak yang masih melekat di tubuh korban yang diduga milik pelaku, Dua buah gagang tombak, satu buah parang, Baju kaos warna biru dan celana pendek warna merah milik korban,” jelas Djamaluddin

Di pengakuan saksi, lanjut dia, sebelum peristiwa naas itu terjadi, Esias Nurlatu bersama saksi MB, MNH dan MLN baru saja pulang belanja dari Dusun Mesayang, Desa Nafrua. Namun saat Elias Nurlatu dan para saksi melintas di Gunung Kadianlahing hendak menuju Desa Watampuli, ketiga rekannya berjalan di depan dan Elias berada di belakang kurang lebih 25 meter. Ketiganya dikejutkan dengan teriakan korban, dan spontan mereka menoleh ke belakang.
Rekan korban yang melihat korban diserang OTK, langsung memilih kabur karena takut diserang. Mereka kemudian melaporkan hal ini ke Kepala Soa Watampuli, Linus Nurlatu dan bersama masyarakat langsung menuju ke TKP pelaku penyerang sudah tidak ada.

Tiba di TKP korban tergeletak di tepi jalan setapak dengan kondisi badan dan kepala bermandikan darah, akibat banyak luka sayatan benda tajam.
Bahkan terdapat dua mata tombak juga tertancap di tubuh korban. “Korban telah dibawa ke Rumah Sakit Lala pada Sabtu tengah malam untuk diambil visum,” ujarnya.(SAD)

Comment