by

Polres Buru Usut Pembunuhan Esias Nurlatu

Ambon, BKA- Kepolisian resor (Polres) Pulau Buru, serius dalam menangani kasus dugaan pembunuhan terhadap Esias Nurlatu (40), warga Desa Watimpuli, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru.

Esias Nurlatu yang ditemukan tewas, Sabtu 24 April 2021 lalu, sekitar pukul 15.00 WIT, di Gunung Kadianlahing, Palau Buru, Kabupaten Buru. Dirinya tewas setelah tubuhnya tertancap dua tombak serta sejumlah luka sayatan benda tajam yang dilakukan oleh Orang Tak Dikenal (OTK).

Hingga kemarin, pihak kepolisian setempat masih sementara mengejar pelaku yang melenyapkan nyawa Esias Nurlatu. Sementara kepastian pengejaran pelaku oleh personel kepolisian ini setelah mendapat laporan warga, pada Minggu (25/4) kemarin.
Paur Humas Polres Buru, Aipda MYS Djamaluddin yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Ia menjelaskan, hingga kemarin pukul 13.30 WIT, polisi masih melakukan penyelidikan di TKP.

“Kasus dugaan pembunuhan ini masih di tangani dengan serius, tim Polres Pulau Buru masih bekerja di TKP,” kata Aipda Djamaluddin kepada BeritaKota Ambon, Senin (26/4).

Dia mengaku, saat ini polisi masih mendalami dan memeriksa sejumlah saksi. Selain itu, Polres Pulau Buru telah mengantongi tiga nama yang menjadi saksi kunci, yakni MN, MNH dan MLN. Sebab mereka pertama kali mengetahui insiden dugaan pembunuhan tersebut.

Ia menambahkan, penyelidikan di TKP yang dilakukan, agar mendapatkan petunjuk terkait pelaku dugaan pembunuhan terhadap Esias Nurlatu. Sekaligus sebagai langkah untuk mengungkap pelaku pembunuhan sadis itu.

“Mengumpulkan bahan keterangan dari yang di TKP, petunjuk di TKP dan memeriksa saksi, agar biasa mengungkap para pelaku,” kuncinya.

Diberitakan sebelumnya, Paur Humas Polres Buru, Aipda MYS Djamaluddin mengungkapkan, kronologis kejadian menurut keterangan saksi berinisial MLN, Sabtu tanggal 24 April 2021, pukul 15.00 Wit, korban bersama para saksi pulang belanja dari Dusun Mesayang, Desa Nafrua, Kecamatan Lolong Guba. Pada saat korban dan para saksi melintas di Gunung Kadianlahing (jalan menuju Desa Watampuli) dengan posisi korban berada sekitar 25 meter di belakang para saksi.

Kemudian para saksi mendengar teriakan korban. Para saksi melihat ke belakang. Terlihat para pelaku berjumlah kurang lebih 7 orang keluar dari arah tebing, dan menombak korban. Setelah melihat kejadian itu, para saksi melarikan diri ke Desa Watampuli dan melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Soa Watampuli, Linus Nurlatu.
“Setelah mendapat laporan dari para saksi, kemudian Kepala Soa Watampuli, bapak Linus Nurlatu, bersama masyarakat watampuli menuju ke TKP. Dan melihat korban sudah tergeletak di samping jalan, dengan kondisi badan serta kepala penuh luka akibat sayatan benda tajam. Dan juga terdapat dua buah mata tombak yang masih melekat pada tubuh korban, serta satu buah gagang tombak tertancap dan satu buah gagang tombak tergeletak di samping korban,” tutur Aipda Djamaluddin, Minggu (25/4).

Lanjutnya, Kepala Soa Watampuli, Linus Nurlatu, kemudian bersama masyarakat Desa Watampuli berupaya mencari para pelaku di sekitar TKP. “Namun tidak ditemukan pelaku. Kemudian kepala soa melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kepolisian,” bebernya. (MSR)

Comment